Kalemdiklat Polri Kunjungi Pengungsi, Lumajang Jadi Jujukan Program Kampus Polri Peduli Semeru



Lumajang,- Kepedulian mulai membanjiri pengungsi yang saat ini berada di posko darurat yang berada di lokasi pasca erupsi Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. 

Kepedulian itu, kali ini ditunjukkan oleh Kalemdiklat Polri, Komjen Pol Rycko Amelza Dahniel yang menyempatkan diri untuk berkunjung ke beberapa lokasi terdampak erupsi Semeru. 

Tak lupa, di lokasi itu Jenderal Bintang tiga tersebut, selain melihat langsung Posko Penanggulangan Bencana dan meninjau kondisi para pengungsi di posko darurat yang sudah tersedia, sekaligus memberikan bantuan. 

Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti Hananto Seno menjelaskan, beberapa lokasi yang ditinjau langsung oleh Kalemdiklat Polri, diantaranya Posko Penanggulangan bencana Erupsi Semeru yang terpusat di Kantor Kecamatan Pasirian dan Lapangan Candipuro, serta mengunjungi para pengungsi di SMPN 1 Candipuro. 

“Ada juga siswa Taruna Akpol, Bintara dan Tamtama Lemdiklat yang ikut serta meninjau posko pengungsi itu,” ujar Kapolres. Sabtu, 11 Desember 2021 siang. 

Tak hayal, kunjungan yang dilakukan oleh Kalemdiklat itu mendapat respon positif dari Bupati Lumajang. Thoriqul Haq mengatakan Kabupaten Lumajang memiliki kerawanan bencana yang cukup tinggi, termasuk ancaman Gunung meletus, tsunami dan gempa bumi. 

“Erupsi Gunung Semeru pada tahun lalu, menimbulkan lahar di Curah Kobokan dipenuhi material vulkanik, dan pada erupsi APG Gunung Semeru beberapa waktu lalu, lahar vulkanik meluber hingga di hilir Sumberwuluh,” ujar Bupati. 

Tak lupa, rasa belasungkawa diungkapkan oleh Kalemdiklat Komjen Rycko Amelza Dahniel, terlebih bagi warga yang menjadi korban erupsi Semeru. 

“TNI-Polri akan selalu siap dalam upaya percepatan penanganan bencana alam di Lumajang,” tegas Kalemdiklat. 

Komjen Pol Ricko juga menekankan ada beberapa hal yang perlu dipelajari atas kejadian penanganan bencana. 

" Ada 5 hal yang penting dalam penanganan bencana, yang pertama bahwa Negara kita berada di Ring of Fire sehingga memiliki potensi bencana alam yang tinggi, kedua aparatur negara harus paham dalam manajemen kebencanaan, ketiga jalin komunikasi, sinergi dan empati yang baik antar instansi dalam mendukung penanganan bencana, keempat lakukan langkah-langkah edukasi kepada masyarakat yang berada di lokasi rawan bencana, dan yang terakhir bantu rehabilitasi maupun relokasi korban bencana alam, ini semua kita laksanakan sebagai bentuk empati kita sebagai anak bangsa," pungkas Ricko. (IM)
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url