Warga Desa beserta Penggiat Budaya Menggelar Refleksi Hari Kebangkitan Nasional dengan Tema Bangkitlah Nusantaraku Bangkitlah Budayaku



Kediri,- Nuswantoro pos.com Indonesia adalah negara kepulauan yang juga dikenal sebagai Nusantara. Negara yang kaya akan budaya, bahasa, tradisi, suku, ras dan agama, banyak perbedaan namun tetap satu sesuai dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika yaitu “berbeda-beda tetapi tetap satu jua”. Dengan kebudayaan yang beragam, patutlah generasi muda Bangsa ini  merasa bangga sehingga timbul rasa cinta untuk menjaga dan melestarikan budaya Nusantara.


Sebagai wujud kepedulian pada budaya Masyarakat Desa Bendo Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri dan para penggiat Budaya Kediri pada 19 Mei 2024 pukul 19.00 bergotong royong menggelar Kirab budaya yang bertemakan  "Bangkitlah Nusantaraku Bangkitlah Budayaku", dalam acara Refleksi Hari Kebangkitan Nasional.
19 Mei 2024

Dalam prosesi arak arakan yg di hadiri oleh beberapa  komunitas Budaya Jawa Timur itu berjalan dengan sangat sakral, dengan dilengkapi pakaian adat Jawa yang dipakai oleh Rombongan Kirab suasana menjadi sangat romantis, Diawali dengan petugas yang membawa obor Kebangkitan dan bendera Merah putih sebagai lambang membakar semangat generasi penerus agar peduli dengan Budaya Jawa yang Adiluhung. 

Pagelaran Kirab Kebangkitan Nasional itu di mulai dari Kantor Pemdes Desa Bendo hingga di tempat Wisata Sumber Kendung Merang  desa setempat.Tidak cukup sampai disitu pagelaran kegiatan Budaya yang diadakan oleh Warga desa dan para penggiat budaya itu di lengkapi juga dengan pentas seni Tari Remo, Do'a Lintas Agama, penyerahan Piagam Budaya,porak Tumpeng, Larung sesaji,Penyatuan Tanah dan Air Nusantara dan Penanaman pohon Taru Jampinang yang di sebut juga dengan Pohon Pancasila.

Dalam Sambutannya Dandung Kepala Desa Pemdes Desa Bendo  yang kerap disapa Mbah Lurah itu telah memberikan semangat dan mengajak kepada seluruh warga masyarakat  agar tidak melupakan budaya Leluhur Jawa yang sangat Adi Luhung "Paparnya."

"Pagelaran ini jangan berhenti sampai disini, saya mengajak kepada seluruh masyarakat dan seluruh para penggiat budaya desa setempat untuk bisa nguri-nguri budaya leluhur, juga untuk melestarikan budaya dan merawat Alam Sumber Kendung Merang ini agar bisa menjadi ikon dari desa setempat." Ungkapnya.

Dalam sarasehan jagong budaya Refleksi Kebangkitan Nasional itu Ari Hakim Moderator yang juga aktifis budaya menuturkan "Sangat pentingnya akan kesadaran Gotong Royong untuk merajut kembali keutuhan Bangsa Indonesia, dengan semangat Gotong Royong Kita bangkitkan kembali budaya yang sekarang hampir terkikis oleh era digitalisasi."Tandasnya

Pentingnya gotong royong dalam melestarikan dan menjaga budaya Nusantara ini oleh penggiat budaya di wujudkan dalam bentuk Prasasti Gotong Royong yang di tanda tangani oleh beberapa perwakilan komunitas yang hadir,antara lain Komunitas Plentas Plentus Nusantara,Nafas sejarah,Among Jitun,Situs ndalem pojok,Padepokan Jatiroso,Padepokan Jampi Sae, Daulat leluhur Nusantara,PDKK Kediri,Among Roso Tulungagung,Tubing Serinjing,Padepokan Kusumo Ondrowino,Jejak Kusumaning Ati Jombang,Paseduluran Banyu Mili Surabaya dan masih banyak lagi.

Kesakralan pagelaran budaya memperingati Hari Kebangkitan Nasional  semakin terlihat ketika dilakukan prosesi penyatuan Tanah dan Air Nusantara yang di Pimpin oleh Ki Joko Wiguno penggiat budaya dari Padepokan Jati roso Nganjuk dengan tujuan penyatuan Tanah dan Air ini dapat benar benar menyatukan semangat jiwa patriotisme Bangsa Indonesia. 

"Jangan pernah melupakan sejarah dan leluhur kita,Penyatuan Tanah & Air  Nusantara ini sebagai simbol menyatunya semangat Kebangsaan, setelah penyatuan Tanah dan Air ini kita gunakan untuk menanam Pohon Taru Jampinang (Pohon Pancasila), semoga dengan kita membuat simbol ini semangat Gotong royong dan kesadaran kita untuk membangkitkan Nusantara ini Tumbuh dan tidak terkontaminasi oleh kemajuan era digitalisasi." Pungkasnya.(rgl/red)
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url