Iklan

Sunday, October 11, 2020, October 11, 2020 WIB
Last Updated 2020-10-11T14:08:10Z
KEPOLISIAN

POLRESTABES SURABAYA GELAR PERKARA PENGERUSAKAN YANG DI DEPAN GRAHADI SURABAYA

SURABAYA, Java Crime - Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P. bersama kasat Reskrim AKBP  Sudamiran S.H. M.H. Wakasat reskrim Kompol M.Wahyudin Latif S.H., S.Ik.,M.Si. Kanit Jatanras Iptu Agung Kurnia Putra.S.H.,S.Ik.,M.Si. Bersama kasubaghumas Akap. AM Ahkyar.S.H M.H. ipda Agus serta Anggota menggelar perkara pengrusakan depan Grahadi di depan Gedung Graha Bhara dhaksa   Surabaya, (09/10/2020)

Kapolrestabes Mengatakan yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 8 Oktober kemarin seperti kita ketahui melakukan pengrusakan sudah nyata di depan mata sehingga  kita lakukan tindakan pendorongan dan pembubaran serta penceraian yang berlangsung kurang lebih 18.30 sampai jam 19.00 wib.

dalam pengamanan aksi unjuk rasa kemarin ada elemen anak sekolahan baik tingkat menengah sampai tingkat Menengah Atas yang ketika kita dalam in substansi dari penyampaian pendapat tidak diketahui untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kemarin kita ada mengamankan hampir kurang lebih sekitar 200 orang pada.

Saat pelaksanaan upaya pembubaran atau penerangan masa   yang ada di Grahadi pun kemudian dilakukan  supaya penangkapan yang kemudian kita amankan Kantor Gubernur bersama-sama dengan kawan-kawan dari ditreskrimum Polda Jatim yang kemudian kawan-kawan yang bisa diamankan Ini dibawa ke Polda Jatim untuk pendataan dan proses lebih lanjut yang diamankan di Polrestabes.

Yang  Grahadi itu totalnya ada sekitar 253 dengan rincian dewasa  46 orang kategori anak-anak itu ada 207 orang anak usia  14 - 18 tahun.

Kawan-kawan ini diamankan sekitar Gedung Grahadi DPR balaikota dan kantor gubernur yang kemarin ini mengakibatkan berbagai kerugian materil antara lain ada 2 unit kendaraan, ada yang terbakar, ada pospol yang dirusak.

Dari 253 yang diamankan di sini kemudian dilakukan identifikasi proses lebih lanjut berdasarkan hasil dokumentasi yang kemudian ada 22 orang yang kita tetapkan sebagai tersangka dan akan diproses lebih lanjut terkait dengan penegakan hukum dari 22 orang ini.

2 dilimpahkan ke ditreskrimum Polda Jatim. para tersangka ini Ada 5 orang dewasa dan 17 orang anak-anak, untuk proses  mengedepankan asas praduga tidak bersalah , perlindungan demi kepentingan anak-anak kami pun tunduk terhadap hukum formil yang ada di Sistem Peradilan Pidana Anak.

Sebuah bom molotov, tas berisi batu,  satu mobil lalu lintas yang rusak,1unit mobil dinas  Jatanras, 1 buah senjata tajam jenis Parang dengan sarung,

Jadi kalau ada yang bertanya bahwa ini massa pengunjuk rasa ini bukan ini oleh karena itu penegakan hukum tegas kita lakukan terhadap Siapapun dia yang melakukan. 

Berangsur-angsur  kita pulang kan total 231 jadi dari 22 tadi saya sampaikan. disini ada pelaku anak-anak tetap kami menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah mengutamakan prioritas hak-hak anak yang berkonflik dengan hukum jadi nanti kalau ada orang tua yang anaknya kami proses tidak usah khawatir kami akan mengedepankan prinsip diversi tolong nanti putra-putri ya putra-putranya tolong di Bekali diri dikasih tahu Mari kita sama-sama jaga situasi di Jawa Timur secara  umum di Surabaya  khususnya ,kalau mau menyampaikan pendapat sampaikan pendapat secara bertanggung jawab dan elegan dengan niatnya.
Saya pikir ini yang bisa saya sampaikan sekali lagi Saya mengingatkan kita semua Kota Surabaya masih pandemic  kita lagi mempercepat upaya pengendalian kovid sehingga roda ekonomi bisa berputar secara optimal.Ayo mari dulur-dulur konco-konco kawan-kawan
kita jaga  suraboyo Jawa Timur.
dalam hal ini mereka dijerat dengan pasal 170 kuhp. Pungkasnya.(m,gon)