Iklan

Saturday, October 17, 2020, October 17, 2020 WIB
Last Updated 2020-10-17T11:15:36Z
UMUM

DEKLARASI DAN PERNYATAAN SIKAP WARGA, KETUA TOKOH MASYARAKAT KOTA SURABAYA MENOLAK KERAS AKSI ANARKIS PADA SAAT UNRAS

SURABAYA, Java Crime - Kapolrestabes Surabaya. Kombes Pol Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P. menerima Deklarasi dan pernyataan sikap warga Kota Surabaya yang menolak keras aksi anarkis terhadap kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Sekitar 70 perwakilan anggota dan 11 ketua yang hadir Di gedung Bahra Daksa Mapolrestabes Surabaya, Jum'at, (16/10/2020)

Di dalam hal ini kapolrestabes sebelumnya telah menerima pernyataan sikap dan deklarasi gabungan sekitar 36 Ormas Pusura Dan Elemen Masyarakat Yang Tergabung dalam  FORSILATBARS pada hari Senin tanggal 12 Oktober 2020,  dan sekitar 26 perwakilan jogoboyo Selasa 13 Oktober 2020 yang lalu di Ruang Rapat M. Yasin Mapolrestabes Surabaya,

Dalam deklarasi kali ini Di gedung Bahra Daksa Mapolrestabes Surabaya, Jum'at, (16/10/2020) disepakati dan ditandatangani oleh ketua elemen tokoh agama, tokoh pendidikan, pemerintah, antara lain:
Ketua MUI Kota Surabaya, ketua NU Kota Surabaya, ketua muhammadiyah kota Surabaya, ketua FKUB Surabaya, kepala Diknas kota Surabaya, kepala Diknas provinsi, ketua DMI Kota Surabaya, ketua Banser Kota Surabaya, ketua kokam Kota Surabaya, ketua Pemuda Pancasila, ketua Ansor Kota Surabaya.

Kapolrestabes di hadapan media mengatakan bahwa, pernyataan sikap ini melambangkan spirit semangat dan komitmen dari semua elemen yang ada di kota Surabaya ini, untuk menolak dan tidak setuju terhadap ketidak toleransi terhadap berbagai aksi anarkis ketika ada penyampaian pendapat di muka umum,
"Katanya.

"Artinya boleh melakukan penyampaian pendapat di muka umum namun tetap sejalan dengan undang-undang nomor 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum jari tetap menjaga, menghormati hak dan kebebasan orang lain, sesuai dengan aturan-aturan moral, yang berlaku termasuk yang ada di Surabaya.Dan sesuai dengan peraturan undang-undang menjaga keamanan ketertiban umum dan menjaga keutuhan persatuan kesatuan bangsa sebagai negara yang demokratis. "Jelasnya.
"Polrestabes Surabaya  mengucapkan, banyak terima kasih peran serta semua elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh pendidikan, pemerintah, di mana situasi di Surabaya relatif masih cukup kondusif. Dan kedepannya tetap aman, damai serta tetap "Jogo Suroboyo, "Pungkasnya. (M.gon)