Thursday, September 10, 2020, September 10, 2020 WIB
Last Updated 2020-09-10T23:22:18Z
UMUM

PELAKU PETI KUANSING MENGAKU MENAMBANG EMAS TIDAK MEMILIKI PEKERJAAN

RIAU, Java Crime - Para pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) mengaku terpaksa harus melakukan tambang emas ilegal karena tidak memiliki pekerjaan saat pandemi Covid-19 ini.
 
Oleh karena itu, kegiatan tambang emas ilegal tersebut menjadi polemik bagi para pelakunya. Pengakuan mereka bahwa pekerjaan itu melanggar aturan hukum, tapi pada sisi lain mereka butuh makan.

Sementara sumber nafkah mereka adalah kegiatan tambang emas ilegal yang sudah dilakukan turun temurun. Mereka terpaksan main kucing-kucingan dengan aparat, bertarung dengan maut dan hukuman yang menanti, terpaksa mereka lakukan.

"Kami tak punya pekerjaan lain. Saat pandemi Covid-19 ini kesusahan kami makin menjadi. Kami butuh makan, terpaksa kegiatan tambang emas ini kami lakukan," kata seorang warga yang namanya tak mau disebutkan, baru baru ini.

Ia menuturkan, bahwa memang masyarakat tak ada izin melakukan tambang emas ilegal tersebut. Tetapi bukan karena mereka tidak mau mengurus izin, tetapi mereka tidak mengetahui bagaimana cara mengurus izin tersebut.

"Memang kami pegiat PETI mengakui izin tak ada, tetapi seharusnya pemerintah menunjukan kepada kami dimana dan sama siapa kami mengurus izin. Kami sebenarnya tidak mau bekerja tanpa aturan atau tanpa izin , tapi kami butuh uang untuk kehidupan keluarga kami," katanya.

Warga ini juga mengatakan bahwa mereka tidak sembarangan melakukan kegiatan tersebut, karena mereka menambang di atas kebun milik mereka sendiri, karena lahan karet mereka mereka sudah tidak bisa menghasilkan lagi.

"Harga karet atau getah sangat merosot, tidak bisa menutupi kebutuhan anak istri atau keluaga kami, "katanya.

Warga ini juga mengatakan bahwa
setelah melakukan penggalian mereka juga merantakan tanahnya lagi. Karena itu mereka berharap kepada pemerintah, jika kegiatan mereka dilarang dan diberantas, berikan mereka solusinya.

"Carikan kami solusi agar kami bisa menafkahi anak istri kami, jangan pemerintah hanya bertindak tetapi solusi tak ada untuk makan kami," lanjutnya.

Masyarakat berharap pemerintah segera mencarikan jalan keluar untuk mereka. Apalagi saat ini, saat pandemi, lapangan pekerjaan lain sangat sulit.

"Bila solusi dari pihak pemerintah tidak ada tentu pengangguran bertambah banyak, karena lapangan pekerjaan lain tak ada," tutupnya.(Anhar Rosal/Red)