Iklan

Wednesday, August 26, 2020, August 26, 2020 WIB
Last Updated 2020-08-26T10:18:05Z
UMUM

DI DUGA BP SAWO TRATAP SIDOARJO SALAH BUAT RUJUKAN, KELUARGA PASIEN SANGAT KECEWA

SIDOARJO, Nuswantoro Pos - Adanya dugaan kesalahan diagnosa covid19 yang diketahui ditanda tangani oleh dr Laili Ilmiah Kepala Puskesmas BP Sawotratap Sidoarjo,membuat keluarga pasien geram
Pasalnya,dalam surat rujukan atas nama pasien berinisial Sw (55th) warga Perumahan Citra Surya Mas Sidoarjo yang sempat memeriksakan diri ke BP Sawotratap Sidoarjo, Sw dalam penuturannya mengatakan bahwa dirinya belum sempat mendapatkan perawatan dan masih ditemui hanya perawatnya, namun langsung mendapatkan surat rujukan ke RSAL Dr Ramelan",saat saya datang, tujuan saya berobat, tapi belum sempat ketemu dokternya, tapi ketemu perawatmya, tiba tiba saya sudah diberikan surat rujukan ditujukan kepada dr Paru RSAL Dr Ramelan",ujar Sw.

Masih Sw,"Dalam surat rujukan saya didiagnosa Coronavirus infection, unspecified (B34.2), Namun,saat saya ke RSAL Dr Ramelan, dokternya menyatakan penyakit saya tidak sesuai dengan apa yang telah didiagnosakan",imbuh Sw.

dr Laili Ilmiah saat ditemui di kantor BP Sawotratap mengatakan bahwa hal tersebut dianggap masih dugaan, dan sudah menjelaskan kepada pasien terkait prosedur medis", Kami sudah menjelaskan secara prosedur medis, fungsi kami memberikan edukasi kepada seluruh pasien saya, kalau pasien masih belum bisa menerima, itu berarti kesalahan saya yang masih kurang dalam memberikan penjelasan kepada pasien",ujar dr Laili kepada awak media.

Hnk selaku keluarga pasien yang sempat menyampaikan kepada awak media, menyampaikan bahwa perihal kesalahan diagnosa tersebut membuat dampak sosial yang sangat besar kepada keluarganya", karena diagnosa itu, kami sempat diisolasi, dan atas perihal itu juga,keluarga kami merasa malu dan dikucilkan oleh tetangga kanan kiri, ini aib bagi keluarga kami",ujar Hnk dengan nada geram.

Hal ini menjadi reseden buruk sebuah profesi yang dituntut secara profesional, sebagai dokter kepala,yang seharusnya lebih hati hati dalam memberikan keputusan, karena apa yang menjadi keputusan tersebut telah menyangkut citra atau nama baik seorang pasien di masyarakat umum.(Fik)