Iklan

Friday, July 10, 2020, July 10, 2020 WIB
Last Updated 2020-07-10T13:01:18Z
UMUM

RSW DIDUGA ANTI KRITIK SAAT DI KONFIRMASI OLEH AWAK MEDIA TERKAIT LIMBAH

SURABAYA, Nuswantoro Pos - Persoalan tempat pembuangan sampah (Tps) Rumah Sakit Wiyung Sejahtera Surabaya yang letaknya bersinggungan dengan pemukiman warga dan akses umum masih berlanjut. 

 TPS non infeksius yang sempat dipergunakan sebagai pembuangan limbah medis padat pampers (popok), masker, dan nurse cap bekas pemakaian tersebut, jika menurut letaknya yang bersinggungan dengan pemukiman warga, kemudian pengambilannya yang tidak menggunakan pihak ketiga atau hanya menggunakan gerobak sampah warga dan kemudian dibawa ke TPS Umum yang terletak dekat danau Unesa, Surabaya, diduga telah melanggar beberapa ketentuan peraturan perundang undangan

Dalam kaitan persoalan tersebut, pihak LSM GARAD Indonesia sempat melayangkan surat konfirmasi kepada pihak Rumah Sakit Wiyung Sejahtera, namun jawaban pihak rumah sakit hanya justru balik mempertanyakan legalitas administrasi LSM dan tidak ada korelasinya.

Hal tersebut sangat disayangkan oleh Achmad Anugrah selaku ketua LSM GARAD Indonesia, "kami konfirmasi secara tertulis kepada pihak rumah sakit, tujuan kita itu ya untuk memberikan masukan, tapi kok malah minta legal kami, ya kan aneh aja, apalagi rumah sakit ini kan termasuk rumah sakit umum, ya bisa jadi apa yang kami sampaikan itu bisa berdampak kepada lingkungan dan kesehatan masyarakat, bukan hanya pada masyarakat sekitar tapi juga masyarakat umum, dan generasi kita di masa yang akan datang." ujarnya melalui selulernya.

Adapun dari pihak Humas Rumah Sakit Wiyung Sejahtera, Merry, saat di konfirmasi awak media melalui chat WA nya  terkesan acuh tak acuh, hingga sampai sekarang masih belum membalas pada awal media

Terkait hal tersebut, Achmad juga menambahkan, "Ya tidak apa apa jika rumah sakit tidak menanggapi, yang penting kami selaku pegiat sosial sudah mengingatkan, ya kalau memang masih tidak digubris, kami akan segera lanjutkan ke Dinas terkait untuk ditindak lanjuti." Tegas Achmad. (Tiem)