Iklan

Thursday, June 18, 2020, June 18, 2020 WIB
Last Updated 2020-06-19T00:34:29Z
UMUM

SEKERTARIS KOMISI A DPRD SURABAYA BUDI LAKSONO, GERAK CEPAT DAN MERESPON KELUAN WARGA YANG BELUM DAPAT BSNT DARI PEMERINTAH

SURABAYA, Java Crime - Perihal Bantuan Sembako Non Tunai (BSNT), yang dilaksanakan pada hari, Senin tanggal 15 Juni 2020, Akhirnya mendapatkan perhatian dari Sekertaris Komisi A DPRD Surabaya, Budi Leksono. Warga RW 8 Kelurahan Genteng yang tak kunjung menerima bantuan walaupun memiliki Undangan resmi dari Kelurahan Genteng Surabaya.

Beberapa dari awak media menjumpai, Budi Leksono di lokasi RW 8 Kelurahan Genteng mengatakan, mengaku prihatin banyak warga Surabaya yang belum pernah menerima bantuan sama sekali, baik itu bantuan tunai maupun sembako dari pemerintah. 

Banyaknya warga miskin di Kota Surabaya yang tak menerima bantuan dari pemerintah, membuat anggota DPRD Kota Surabaya ikut turun tangan. Salah satunya Sekertaris Komisi A DPRD Surabaya, Budi Leksono dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Surabaya.

"Untuk itu, saya secara mandiri mendatangi dengan gerak cepat dan merespon keluhan warga yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah, untuk turun tangan menyalurkan paket sembako kepada warga yang terdampak Covid-19, bagi warga yang belum menerima bantuan sosial dari pemerintah, khususnya yang berada di daerah wilayah RW 8 Kelurahan Genteng tersebut," kata Budi Leksono.

Harapan, bantuan ini dapat bermanfaat bagi warga yang terdampak Covid-19. Apalagi di saat pandemi dan perputaran ekonomi di Kota Surabaya sedang kurang baik.

"Bantuan ini dari pribadi saya. Karena melihat masih banyak warga yang membutuhkan, oleh sebab itu, saya langsung mendatangi ke rumah nya dan ternyata memang katagori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang sampai sekarang juga tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah. Sebagai wakil rakyat, kami terpanggil untuk membantu warga saya yang susah," tutur Budi.

Bantuan ini, sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Terutama untuk warga miskin yang tidak menerima bantuan dari pemerintah. Selain itu, ia juga akan menindaklanjuti ke Dinsos Kota Surabaya terkait BSNT. 

"Nantinya, Saya akan memberikan masukan ke Pemerintah Kota Surabaya, Dinsos untuk teliti dalam memberikan bantuan, baik itu uang tunai maupun sembako kepada warganya. Saya tak ingin warga yang benar-benar butuh malah tidak mendapatkan bantuan tersebut," jelasnya.

Sebaiknya, Pemkot Surabaya mengevaluasi database ulang penerima bantuan dari pemerintah yang dimiliki, agar bantuan yang diberikan tepat sasaran. 

"Karena masih banyak yang tidak mendapatkan bantuan. Padahal mereka sangat butuh. Kami minta pemkot lebih teliti dalam melakukan verifikasi," pungkasnya. (Sam/Red)