Iklan

Wednesday, June 24, 2020, June 24, 2020 WIB
Last Updated 2020-06-25T06:23:18Z
kriminal

RS WIYUNG SEJAHTERA SURABAYA MASIH SOAL JENAZAH YANG MENGGUNAKAN POPOK, HINGGA DI LAKUKAN PENYIDIKAN PIHAK KEPOLISIAN

SURABAYA, Nuswantoro Pos - Terkait viralnya pemberitaan mengenai jenazah yang terpapar Covid 19 yang hanya  menggunakan popok dan kantong jenazah serta peti mati oleh pihak Rumah sakit Wiyung Sejahtera, hingga di lakukan penyidikan Kepolisian polsek Karang Pilang yang di mintai bantua polrestabes Surabaya, tutur, Kapolsek Kompol Samsul Hadi, saat ditemui beberapa awak media di ruang kerjanya.

Selasa, (23/06/2020), Beberapa awak media mendatangi Rumah sakit Wiyung Sejahtera di  jalan Raya karangan Menganti Surabaya, untuk konfermasi, ke pihak Humas Rumah sakit yang Di temui langsung oleh Dr. Irvan kepala medis dan Merry selaku Humas di ruang Aula.

Merry selaku Humas Rumah sakit memberikan hak jawab terkait pasian meninggal yang di ketahui bernama Tohari, 72.th pada tanggal- 7-juni 20, yang hanya mengunakan popok yang telah viral di beberapa media online.

Bahwa hak jawab Humas, "Semua apa yang dilakukan oleh keluarga dan warga itu sudah  melanggar UU protokoler kesehatan yang telah dengan sengaja membuka peti jenazah yang bisa mengakibatkan terjadinya penularan wabah virus secara mudah, dan yang seharusnya bahwa jenazah harus dimakamkan di dua tempat yaitu TPU Keputih dan Babat Jerawat, namun pihak keluarga meminta pemakaman mandiri maka pihak Rumah sakit mengijinkan sesuai Protap Covid. Ujar Merry.

Masih Merry, "apa yang di lakukan warga bahawa peti mati itu dibuka dengan sengaja,  mengunakan obeng sebagai alat untuk membuka, padahal peti itu sudah di baut sekrup agak besar agar tidak mudah untuk penularan, virus corona , Apa yang di ucapkan RW tersebut tidak sesuai, apalagi datang dengan terlambat saat proses pemakaman, pungkasnya.
Tutur Merry, apa yang dilakukan rumah sakit mengenai Jenazah menggunakan popok supaya cairan tidak mudah keluar dari tubuh  jenasah yang di bungkus langsung dengan  kantong jenazah beserta peti sudah sesuai Protap. 

Kami memakamkan jenazah  di TPU Kebraon secara pemakaman mandiri ,itu pun atas permintaan dari anak bapak tohari dan sudah berkordinasi dengan Pihak Puskesmas kebraon,kamtibmas Polsek Karang Pilang,Babinsa dari koramil ,pada saat itu.kita juga melibatkan pihak kelurahan dan kecamatan mas. "saya pun dah sampaikan ke tim Gugus kota Surabaya dan Jawa Timur untuk membantu armada Ambulance ,kebetulan ambulance pada saat itu kosong,pada akhirnya pihak RS.Wiyung Sejahtera di Bantu oleh Ambulance swasta, pungkas merry.

Dr.Irvan sebagai Kepala Medis di Rumah Sakit Wiyung Sejahtera Surabaya juga menyampaikan kepada awak media saat di aula bersama Humas Rs Wiyung Angelia Merry, membenarkan kalau pasien tersebut PDP Covid 19,refrensi dari hasil test Rapid beberapa kali..pungkasnya.

Anehnya saat peti jenazah di buka dengan sengaja pada saat penguburan yang sudah ada babinsa serta kamtibmas di biarkan, yang seharusnya tidak perlu dibuka yang bisa mengakibatkan terjadinya penularan wabah virus corona dengan mudah.(*mjb)