Iklan

Tuesday, June 9, 2020, June 09, 2020 WIB
Last Updated 2020-06-09T11:37:27Z
UMUM

POLDA JATIM DAN KODAM V/BRAWIJAYA MELAKUKAN OPERASI KEDISPLINAN MASYARAKAT

SURABAYA, Java Crime - Polda Jawa Timur bersama Kodam V/Brawijaya akan  melakukan operasi pendisiplinan masyarakat Selama 14 hari ke depan, dan Surabaya, akan dilakukan masa transisi ke Era New normal.

Kapolda Jatim Irjen M Fadil Imran mengatakan pihaknya dan TNI akan melakukan pengawasan di pusat keramaian, berbeda dengan PSBB di mana ada pengetatan di check point yang mau masuk Kota Surabaya,

Kegiatan itu, antara lain dihadiri Waka Polda Jatim Brigjen Slamet Hadi S, Kabid Humas Kombes Trunoyudo W Andiko, Dirlantas Kombes Budi Indra Dermawan, Dirreskrimum Kombes Pitra Andrias Ratulangie, Dirreskoba Polda Jatim Kombes Cornelis M Simanjak dan Wadirreskrimsus AKBP Taufik.

"Ada operasi pendisiplinan masyarakat yang komandannya Pangdam V/Brawijaya. Di ranah polda saya sebagai wakil dan tempat-tempat keramaian dilakukan penjagaan dan dilakukan pendisiplinan," kata Fadil di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (9/6/2020).

Fadil menambahkan Sementara “Kampung Tangguh Semeru” itu untuk di permukiman yang selanjutnya nanti ada yang namanya kawasan Industri Tangguh dan Pasar Tangguh ini merupakan cara untuk mengingatkan masyarakat agar tetap bisa hidup produktif. Namun tetap sehat sama dengan teman-teman wartawan, dan nantinya di mal hingga pasar akan diawasi bagaimana penerapan physical distancing hingga protokol kesehatannya ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Fadil berpesan pada masyarakat untuk senantiasa menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir hingga selalu menjaga jarak aman 1 meter.

"Menurut penelitian pakai masker itu sudah 60% melindungi kita, ditambah lagi cuci tangan tambah 10% perlindungannya, ditambah lagi jaga jarak tambah 10%. Jadi 80% dan sisanya 20% itu kan gusti Allah. Insya Allah kalau ini bisa dilaksanakan maka masa transisi menuju new normal ini bisa kita lalui," pesan Fadil.

"Masyarakat yang tidak pakai masker diingatkan. Di mal-mal, misalnya yang kapasitasnya 1.000 supaya taat physical distancing harus 500 orang saja, manajemen mal supaya bisa mengontrol itu. Di pasar, pedagang harus pakai face shield dan metode pengaturan jalur keluar masuk, one way," papar Fadil.

Sementara untuk patroli yang dilakukan, Fadil menyebut pihaknya lebih mengedepankan pada tindakan yang persuasif. Sedangkan untuk penegakan hukumnya, menjadi langkah terakhir yang dilakukan.

"Ada patroli kita imbau, persuasif, edukatif, humanis, solutif. Kalaupun ada penegakan hukum itu menjadi instrumen yang terakhir dan penegakan hukumnya harus solutif. Karena ini kan bukan pelanggaran pidana tapi perilaku untuk hidup sehat. Jadi harus solutif juga orang kan cari makan, jadi harus humanis dan solutif," jelas Fadil.

"Masyarakat harus menyadari kalau polisi melakukan penegakan hukum itu sebenarnya untuk melindungi dan menyelamatkan jiwa raganya dan jiwa raga orang lain. Ini kan bukan barang, tapi ini menyangkut nyawa kalau kita sakit terus orang lain tertular atau orang lain sakit kita tertular ini yang harus kita pahami makanya kita perlu disiplin dan penegakan hukumnya itu persuasif," pungkasnya.(g'penk)