Iklan

Friday, June 26, 2020, June 26, 2020 WIB
Last Updated 2020-06-27T02:59:42Z
UMUM

LSM GARAD KECEWA PADA OJK TAK RESPON, LSM GARAD AKAN MELANJUTKAN KE OMBUDSMAN ATAS PENGADUAN DUGAAN PELANGGARAN UU PERLINDUNGAN KONSUMEN

SURABAYA, Nuswantoro Pos - Terkait adanya dugaan pemalsuan tanda tangan atas nama polish Prudential yang telah dirubah diduga dilakukan oleh oknum agen prudential cabang Lamongan, sehingga persoalan tersebut diadukan kepada Otoritas Jasa Keuangan(OJK) regional 4 Jawa Timur oleh LSM GARAD Indonesia.

Namun, menurut Achmad Garad selaku pimpinan LSM GARAD Indonesia merasa kecewa atas kinerja dari OJK, karena sesuai deadline,pihak OJK belum memberikan tanggapan secara serius atas surat pengaduannya", sudah melebihi deadline kami menunggu perkembangan, tapi hingga hari ini (sekarang) sama sekali belum mendapatkan tanggapan atau balasan surat dari pihak OJK," ujar Achmad Garad.

Masih Achmad Garad," ya kalau masih belum mendapatkan tanggapan, kami akan segera berkoordinasi ke Ombudsmen terkait pengaduan saya tersebut, mengingat persoalan yang kami adukan ini menyangkut hak dan perlindungan konsumen yang kami duga telah dilanggar oleh pihak Prudential selaku perusahaan jasa asuransi", imbuh Achmad Garad lagi.

Sempat beberapa waktu yang lalu, pihak LSM GARAD sempat mendatangi kantor OJK di jalan Pahlawan Surabaya, kantor OJK yang berada didalam gedung BI (Bank Indonesia) namun belum dapat menemui pihak OJK dengan alasan masih masa pandemi sehingga ditemui oleh Kepala Keamanan gedung yang mengaku akan menyampaikan apa yang menjadi tujuan pihak LSM kepada pihak OJK", intruksi dari atas mas,semua tidak dapat bertatap muka, tapi pengaduan bisa melalui online", ujar Budi selaku kepala keamanan dan menunjukkan brosur online dari OJK.

",kami akan segera koordinasikan keatas, supaya segera ditanggapi", imbuh Budi

Seperti yang telah diketahui bersama, persoalan tersebut ber awal dari adanya pengaduan dari masyarakat yang menjadi nasabah atau konsumen di asuransi Prudential cabang Lamongan,yang mana polis asuransinya telah berubah nama yang dirinya mengaku tidak pernah menandatangani atas perubahan nama polisnya,sehingga atas perubahan nama polis tersebut dirinya telah kehilangan haknya, meskipun sudah diakui oleh pihak Prudential cabang Lamongan bahwa kasus tersebut sudah diranah kepolisian, namun menurut pihak LSM GARAD menduga bahwa persoalan tersebut tidak bisa saja diranah itu, karena diduga kuat ada unsur pelanggaran yang telah masuk dalam Undang Undang Perlindungan Konsumen, karena menurut mereka atas kejadian tersebut masih belum dapat diketahui atas pengembalian hak konsumen," persoalannya itu bukan hanya proses hukum pidananya, tapi hak konsumen untuk pengembalian polisnya gimana............................? tidak hanya itu, masak sekelas perusahaan asuransi Prudential bisa kebobolan sampai bisa hal ini bisa terjadi, gak main main loh, siapa sih yang gak tau dengan Prudential.................? dan kami menduga lagi hal tersebut bisa terjadi kepada masyarakat atau konsumen yang lain", tutub Achmad Garad.
(FIK)