Iklan

Tuesday, June 23, 2020, June 23, 2020 WIB
Last Updated 2020-06-24T01:25:44Z
kriminal

KORBAN PENGANIAYAAN MENGINAP DI DEPAN KANTOR KEJAGUNG JAKARTA

JAKARTA, Java Crime - Tuntut keadilan, para korban kasus penganiayaan yang telah dilakukan oleh Novel Baswedan mendirikan tenda dan menginap di depan Kantor Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

Sekretaris Jenderal DPP KNPI Jackson AW Kumaat mengaku iba dengan nasib empat korban yang sejak tahun 2004 masih terkatung-katung. Dia pun meminta Kejagung RI segera meminta Kejaksaan Negeri Bengkulu untuk menyidangkan kasus tersebut.

"Negara kita adalah negara hukum. 4 korban ini harus kita bantu karena menuntut keadlian yang sesuai dengan hukum dan undang-undang yang berlaku," katanya kepada wartawan, Selasa (23/6/2020).

Jackson menerima itu, melanjutkannya kembali memproses sidang terhadap Novel yang juga mantan Kasat Reskrim Polres Bengkulu telah sesuai dengan peraturan dan peraturan-undangan yang berlaku. 

"Kalau hukum luar dan UU kami tidak akan mendukung, tapi ini hukum dan UU yang mendukung hukum prosea harus dijalankan," pungkasnya.

Novel Baswedan, berkas perkara yang sebenarnya sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Bengkulu pada tanggal 29 Januari 2016 lalu.
Selanjutnya pada tanggal 2 Februari 2016, JPU menarik kembali surat persetujuan dengan alasan mau menyempurnakan dakwaan. 

Namun setelah ditarik, pada 22 Februari 2016 lalu Kejaksaan Agung tiba-tiba dikeluarkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) dengan Nomor B-03 / N.7.10 / Ep.1 / 02/2016. Surat itu ditandatangani oleh Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu. Kejaksaan berdalih, novel Novel Baswedan tidak cukup bukti dan sudah kadaluarsa.

Tak terima, pihak korban kemudian menggugat SKPP Kejaksaan Negeri Bengkulu ke Pengadilan Negeri Bengkulu melalui Praperadilan. Alhasil, Hakim tunggal Suparman dalam putusannya kompilasi menyatakan SKPP Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu terhadap Novel Baswedan tidak sah. 

Dalam putusannya, hakim juga meminta untuk mengajukan permohonan perkara Novel Baswedan ke Pengadilan Negeri Bengkulu dan melanjutkan penuntutan perkara tersebut dalam pelaksanaan persidangan.

Diduga penganiayaan dan penembakan dilakukan saat Novel saat dilakukan pencurian burung walet. Para pelaku pencurian yakni Irwansyah Siregar, M Rusliansyah, Dedy Nuryadi, Doni Y Siregar, Rizal Sinurat, serta Yulian Yohanes.

Salah satu yang membantah terbukti dirinya yang ditembak di bagian kaki yang diakui telah melakukan tindakan pencurian. Sementara itu salah satu rekannya yang bernama Yulian Yohanes dinyatakan telah meninggal dunia, usai ditembak.(fh 08)