Iklan

Wednesday, June 17, 2020, June 17, 2020 WIB
Last Updated 2020-06-18T01:19:31Z
UMUM

KECEWA WARGA RW 08 KELURAHAN GENTENG ATAS UNDANGAN PROGRAM BSNT DARI KELURAHAN GENTENG SURABAYA

SURABAYA, Java Crime - Warga RW 8 Kelurahan Genteng Surabaya merasa kecewa atas undangan dari pihak Kelurahan Genteng Surabaya, Dalam acara pelaksanaan Program Bantuan Sembako Non Tunai (BSNT) yang diterimanya dari pihak Lurah Genteng Surabaya, Pada hari Senin (15/6/2020).

Sungguh sangat ironi dan menyayangkan setelah warga RW 8 Kelurahan Genteng mendatangi tempat pelaksanaan pembagian Bantuan Sembako Non Tunai (BSNT) tidak mendapatkan bantuan berupa apapun, padahal di undangan tertulis mendapatkan berupa Beras 20 kg, Telur 30 butir, Kacang hijau 1/2 kg dan Buah pier 3 butir.

Sesal warga RW 8 Kelurahan Genteng karena sudah rela antri, hadir pagi-pagi hingga siang dan meluangkan waktunya mulai pukul 08:00 - 12:30 wib, di Balai RW 11 Gotong royong yang bertempat di Jl. Urip Sumoharjo Surabaya, (Parkiran mobil dekat Food Court).

Bahkan di undangan Lurah Genteng Surabaya sudah jelas nama penerima bantuan, hari, waktu, tempat dan acaranya. Bahkan di undang tertulis dan diwajibkan penerima datang tepat waktu dan wajib membawa persyaratan yang dibutuhkan agar bisa menerima bantuan tersebut.

Saat Awak media menjumpai dan klarifikasi, pada salah satu penerima bantuan Siti Rochmah mengatakan, awalnya menerima undangan bantuan merasa senang dan gembira.

"Saya datang ke lokasi tiba sebelum acara pukul 07:00 hingga pukul 11:00, setelah tak kunjung di pangilan, saya langsung mendatangi ke panitia pembagian sembako, akhirnya panitia melihat dan mencari data nama saya tidak ditemukan di data penerima BSNT, padahal jelas dari undangan Bu Lurah Genteng tertulis nama saya. Akhirnya saya pulang tanpa membawa bantuan berupa apapun alias tangan kosong," kata Siti, Warga RW 8 Kelurahan Genteng.

Setibanya di rumah ternyata bukan hanya Siti Rohmah yang tidak mendapatkan bantuan. Tapi ada warga RW 8 Kelurahan Genteng juga yang tidak dapat menerima bantuan apapun.

"Hati siapa yang tak senang atau gembira, Kalau menerima undangan, Perihal mendapatkan Program Bantuan Sosial, Apalagi saya dan ke tujuh warga RW 8 memang tergolong warga kurang mampu atau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)," tuturnya.

Akhirnya Siti bersama tujuh orang warga mendatangi ke pihak ketua RW 8 untuk menanyakan perihal undangan bantuan sosial non tunai.

"Kata Pak RW 8, sudah di tindak lanjuti dan di urus ke pihak Kelurahan Genteng. Hanya disuruh bersabar dan menunggu," terangnya

Lanjut awak media mendatangi Kelurahan Genteng, dan menjumpai Lurah Genteng yang tidak berada di tempat, padahal sudah menanyakan ke staf ada di ruangannya, setelah awak media memasuki kantor kelurahan pihak Lurah keburu keluar dan pergi meninggalkan kantor nya. Setelah menunggu beberapa saat ternyata Bu Lurah Genteng berkeliling meninjau Kampung Tangguh dan Kampung Anti Corona di wilayahnya.

Saat bertemu awak media, Bu Lurah Genteng, masih belum bisa memberikan keterangan perihal keluhan warga RW 8 yang tidak mendapat Bantuan Sosial Non Tunai, dengan mengatakan, besok saja  ketemu di kantor Kelurahan Genteng dan masih melihat datanya pungkasnya.(g'penk)