Iklan

Wednesday, June 10, 2020, June 10, 2020 WIB
Last Updated 2020-06-11T03:58:31Z
kriminal

DITES URINE POSITIF NARKOBA, DITANGKAP TAPI DI BEBASKAN POLISI, TAUNYA HABIS MINUM OBAT PEREDA SAKIT KEPALA "OSKADON"

SIDOARJO, Nuswantoro Pos  – Polresta Sidoarjo melaksanakan konfrensi pers terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkoba dengan menghadirkan salah satu tersangka, seorang laki-laki  berinisial FR di Ruang Unit I Mako Polresta Sidoarjo, Senin, 08 Juni 2020.

Dalam konfrensi pers tersebut, FR mengaku bahwa dirinya ditangkap oleh Tim Satres Narkoba Polres Sidoarjo, dan dites urine dengan hasil positif narkoba, namun Ipda Rohman menjelaskan pada awak media, akibat  positif lantaran usai minum obat Oskadon 

Bahkan tersangka mengakui terkait penangkapannya, “Saya dicakot mas sama teman saya. Kebetulan teman saya itu orangnya  kembar. Mereka asli Kecamatan Tulangan dekat pabrik krupuk. Namanya KS sama KN. Salah satu dari mereka itu berhubungan dengan pacar saya sebelum LL mas,” ujarnya.

“Awal kenal saya di penjara, saat kasus yang sama. Mereka kasus pembunuhan saat itu,” imbuhnya.
Ia pun mengaku bahwa saat diinterogasi dan dites urine oleh penyidik, dirinya baru saja meminum obat pereda sakit kepala.

Pantauan awak media, dalam konfrensi pers yang dihadiri sejumlah awak media TV, Cetak, Online dan Elektronik itu Kapolres Sidoarjo tidak memberikan statmen atas kejadian yang sebenarnya.

Sementara itu, Kanit Narkoba Polres Sidoarjo, Ipda Rohman kepada wartawan membenarkan bahwa pihaknya telah menangkap tersangka FR, dan melakukan tes urine yang hasilnya positif narkoba.

“Saat penangkapan dan penggeledahan, kita hanya menemukan botol alatnya sama pipet buat nyabu. Selama wajib lapor mereka masih dalam pengawasan kita sampai BNN buka mas. Karena ada corona. Kita sudah kerjasama dengan BNN,” ujarnya.

Diketahui, FR bersama kekasihnya LL ditangkap oleh Unit I Satres Narkoba Polresta Sidoarjo di Desa Ketapang Suko Gang I, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), pada Senin lalu, 04 Mei 2020. Dua hari setelah ditangkap, FR pun dibebaskan dan kenakan wajib lapor hingga saat ini.(*jib)