Iklan

Wednesday, May 27, 2020, May 27, 2020 WIB
Last Updated 2020-06-08T09:45:54Z
beritaUMUM

PAGUYUBAN AREK SUROBOYO MINTA PSBB JILID 3 DIHENTIKAN, PSBB DINILAI TIDAK BERHASIL DAN MERUGIKAN MASYARAKAT JATIM

SURABAYA, Nuswantoro Pos - Puluhan warga yang hadir di DPRD Surabaya tersebut meliputi perwakilan ojek daring, pedagang warung kopi, becak montor, buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), warga Surabaya terdampak PSBB dan lainnya. Rabu (27/5/2020) siang.

M. Sholeh yang berprofesi sebagai advokat ini mengatakan bahwa pihaknya bukan tidak setuju dengan adanya PSBB, melainkan berdasarkan evaluasi pelaksanaan PSBB I dan II dinilai tidak berhasil. Pasalnya, selain penyebaran kasus positif corona masih tinggi, banyak warga secara ekonomi dirugikan.

"Faktanya PSBB juga tidak diimbangi adanya bantuan sosial secara merata dan advokasi. Kita minta PSBB dihentikan," kata M. Sholeh.

Dasar perpanjangan ketiga PSBB karena penyebaran virus corona (Covid-19) tinggi kurang tepat. 

"Sementara dampak dari PSBB I dan II banyak masyarakat jatuh miskin karena tidak bekerja tidak dijadikan acuan," jelas inisiator Warga Surabaya menolak PSBB, M. Sholeh, saat di DPRD Surabaya.

Sebagai solusi, lanjut M Sholeh, pihaknya berharap Pemerintah Provinsi Jatim dan Pemkot Surabaya melaksanakan gagasan Presiden RI Joko Widodo terkait New Normal atau tatanan kehidupan baru dalam menghadapi Covid-19.

Perwakilan pedagang kuliner Surabaya Andi Setiawan mengatakan, semenjak PSBB I dan II di berhentikan banyak pedagang merugi karena sepi pengunjung. Untuk itu, ia berharap agar PSBB III dihentikan.

"Kami minta tolong DPRD Surabaya memperhatikan nasib rakyat kecil," ujar Andi, Pedagang kuliner Surabaya. 

Hal sama juga dikatakan perwakilan ojek daring Herry Rimantara mengatakan, semenjak adanya PSBB, banyak ojek daring tidak menerima orderan.

"Bagaimana dapat orderan. Order makanan saja dibatasi hingga pukul 21.00 WIB," kata Herry, ojek daring.

Mendapati hal itu, Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono menemui perwakilan elemen masyarakat di halaman depan gedung DPRD Surabaya.

"Kami siap menampung aspirasi. DPRD Surabaya selama ini tidak berdiam diri melainkan sudah melakukan sejumlah rapat virtual di komisi-komisi untuk mencari jalan tengah," kata Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Surabaya pungkasnya.(g'penk)