Iklan

Friday, May 1, 2020, May 01, 2020 WIB
Last Updated 2020-06-08T09:45:53Z
beritaUMUM

KBRS PERJUANGAN PENGUASA TERUSLAH BERWACANA RAKYAT SIAP MENDERITA BATIN

SURABAYA, Nuswantoro Pos - Demi menyampaikan aspirasi masyarakat Yanto Banteng rela membuatkan proposal bantuan sembako ke pemerintah provinsi Jawa Timur.Semua tidak ada yang kebetulan karena di yakini bahwa semua pasti ada yang mengatur.

Masyarakat sebagai anak dari pemerintah terasa begitu wajar apabila dalam keadaan yang sangat sulit ini memintah pada orang tuanya.Dalam hal ini orang tuanya adalah gubernur dan seperti di tulis di depan bahwa semua kejadian tidak ada yang kebetulan.Semakin tidak kebetulan karena gubernur adalah seorang ibu.
Ya ibu !
Ibu yang pastinya akan sigap dan tanggap apabila anak-anaknya merintih kelaparan.Bahkan sebelum anak-anaknya SAMBAT LAPAR seorang ibu pasti peka.

Perasaan itu di yakini Yanto Banteng pasti melekat pada gubernur Jawa Timur.Khofifah Indar Parawansa.Makanya dengan menggantikan Hasan Yanto sekretarisnya yang dalam beberapa hari terakhir harus istirahat karena kecapaian.Aktifitas penyemprotan yang di lakukan sekretaris KBRS Perjuangan itulah yang membuatnya harus istirahat.Sementara waktu peran di rangkap ketua.Seperti mengantar proposal ke Grahadi.

Di temani Ketua Bidang Organisasi ( KBO ) Urusan Perempuan dan Anak ( Atik Damsuri ) yang di dapati di Grahadi bukanlah sesuatu yang mengenakkan.Di pintu masuk gedung peninggalan Belanda itu mata sudah di suguhi tumpukan beras berkarung-karung dalam tenda besar.Setelah melewati pos satpol PP barulah tujuan tersampaikan.Dimeja penerimaan tamu keputusan sudah tersampaikan.Tanpa membaca lebih rinci petugas memberitahuan bahwa di tempatnya tugas tidak mengurusi sembako.

Jangankan proposal sampai di tangan orang nomor satu di Jawa Timur.Masih di halaman Grahadi saja sudah di putuskan tidak mengurusi sembako.Lalu apa saja yang di urusi ?Menunggu berita di media sosial bahwa ada masyarakat yang SEKARAT karena kelaparan yang memang benar-benar sudah tidak ada lagi yang di makan.

Satir memang kenyataan hidup di Surabaya.Ketika semua ribut kekawatiran tentang pandemi virus yang tidak berkesudahan.Di Surabaya seolah tenteram karena dua pemimpinnya begitu menjanjikan kota ini bakalan aman perkara pangan.Tetapi kenyataannya ?
Jauh panggang dari api.Bantuan yang di harapkan masyarakat tidak sampai pada mereka," Dimana ya bantuan-bantuan sembako itu di salurkan,koq saya belum pernah dapat ?"Eluh Mitha ketika mengadu pada lembaga yang di pimpin Yanto Banteng.

Mengapa proposal di tujukan pada pemerintah provinsi ?

Ya jelas alasannya.Karena selama ini KBRS Perjuangan merasa paling vokal mengkritisi pemerintah kota.Apalagi dalam masa pendemi virus Corona ( Covid 19 ) pemerintah kota banyak di bantu pihak swasta.Jadi kesimpulannya," Lah wong pemkot saja si bantu swasta,masak masyarakat di mintakan bantuan ke pemkot ? Yang bener saja ?!" Terang Yanto Banteng.

Ketika hasil pengajuan proposal di pemerintah provinsi tidak seperti yang di harapkan.Dengan santai keputusan itu di terima walaupun rasa dongkol tidak dapat di tahan.Kenyataan yang sebenarnya. Ternyata pemimpin dimana-mana sama saja.Setelah jadi pemimpin jangankan memberikan bantuan pada warganya.Ketemu saja sangat sulit (SEPERTI KEINGINAN MENEMUI CORONA). Paling alasan protokoler.Harus anu dan anu untuk menemui seorang gubernur ketika masyarakat ingin menyampaikan keluhannya.

Masyarakat kecil jangan mengeluh pada pemimpin.Biarlah pemimpin asyik dengan rencana-rencananya sementara masyarakat yang tidak bisa mendapatkan makanan.Bersiaplah menahan lapar kalau perlu KENCANGKAN IKAT PINGGANG atau TARIK KERAS-KERAS KENDIT YANG MELILIT PERUT.Biar hidup bisa bertahan agak lama sambil menunggu malaikat menggotong sembako di rumah-rumah masyarakat yang benar-benar sangat butuh sembako.

Jangan lupa ULUK SALAM apabila ada orang misterius datang kerumah.Kalau jawabannya halus pastilah hidup masih ada perpanjangan umur.Kalau jawabnya berat siap-siap saja jadi TERTUDUH bahwa matipun masih jadi TERSANGKA bahwa JASAD pengidap Corona.lkhlaslah di kubur tanpa kehadiran pelayat.

Taman Pemakamam Umum KEPUTIH sedia setiap saat mengubur masyarakat yang di HAKIMI sebagai pengidap Corona. (Mjb)