Nuswantoro Pos: KBRS PERJUANGAN, ASYIK LIBURAN DI PERPANJANG

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

KBRS PERJUANGAN, ASYIK LIBURAN DI PERPANJANG

Monday, May 11, 2020
SURABAYA, Nuswantoro Pos - Mau ngetes ketahanan lapar WONG SUROBOYO.........????

Masih kurangkah libur selama dua minggu kemarin ?Dua minggu dalam hitungan hari berarti empat belas hari. Masih kurang lagi ?Monggo di perpanjang berapa kalipun kami masyarakat Surabaya siap menjalani.Walau dengan terpaksa dan gengsi yang tinggi." Percuma kami punya penguasa yang hebat kalau tidak makan sebulan saja kami tidak kuat !"
Hidup Surabaya !Surabayanya bagaimanapun tetap hidup,masyarakatnya ?Tetap hidup !Walau lapar mengiringi.

Bagaimana tidak enak jadi penguasa Surabaya ?Keputusan apapun masyarakatnya tetap menerima walau di sadari menjadi korban terdepan dari keadaan yang tidak pernah di duga sebelumnya.

Terima kasih Corona.Bagaimanapun juga kamu telah membukakan mata hati masyarakat bahwa siapa pemimpin di Surabaya sebenarnya.Ternyata kamu yang menang Corona dan selayaknya kamu yang pantas menjadi pemimpin.Bahkan menjadi penguasa di Surabaya pun kamu pantas !
Hidup Corona !
Bravo Corona !
Apalagi ya ucapan yang pantas di sandangkan pada Corona yang ternyata benar-benar menjadi pemenang sejati dalam merebut hati warga kota yang HEROIK ini.
Surabaya !

Sebagai pemenang dalam mengambil alih keadaan apa pantas lalu kamu jadi walikota Surabaya Corona ?Tidak !Untuk itu ada caranya sendiri dan itu yang menjadi kandidatnya adalah manusia bukan suatu yang misterius seperti kamu Corona.Kamu hanya bisa membuat masyarakat sekedar was-was tidak membuat masyarakat menjadi takut.Buktinya masih banyak masyarakat yang beraktivitas walau keberadaanmu sewaktu-waktu menerkam masyarakat.Sekali lagi masyarakat tidak takut.Yang di takuti adalah mati kelaparan,makanya terus beraktivitas mencari celah dimana sumber rejeki walau dirasa sumber tersebut sangat kecil karena adanya aturan karena keberadaan Corona.

Mengapa masyarakat tidak merasa takut Corona.Padahal beberapa ahli mengatakan betapa sangat bahayanya Virus Corona ( Covid 19 ).Bahkan yang tidak ahlipun kadang merasa lebih ahli dari pada ahli sebenarnya dalam mengKONOTASIkan pandemi tersebut.

Bukannya masyarakat tidak takut tetapi masyarakat lebih kuatir kalau tidak melakukan aktivitas dalam artian mencari rejeki atau bahasa vulgarnya BEKERJA.Lalu keluarga akan di beri makan apa ?Menunggu bantuan sembako dari pemerintah ?Rasanya tidak mungkin.Kalaupun bantuan itu ada belum tentu jatuh pada masyarakat yang memang layak menerima.Gak percaya ?Monggo di cari kebenaran keadaan tersebut.Bantuan sembako kadang bahkan sering jatuh tidak tepat pada sasaran penerima yang layak.Dan itu sudah bukan lagi rahasia umum.Banyak yang mengeluhkan.Tetapi pemerintah tidak geming.Tidak pernah mencari solusi yang tepat sehingga anggapan masyarakat terkesan memang sengaja di biarkan.Kalau sudah begini.Jangan salahkan masyarakat tidak mentaati aturan.Kan aturan itu yang membuat manusia.Jadi masih dalam taraf pantas untuk di langgar.Pembuat aturannya sendiri saja kadang pelanggar aturan yang di buatnya.Jadi ya begitulah masyarakat masih punya hak untuk melanggar aturan.

Lebih siknivikan hal pelanggaran yang di terapkan pemerintah pantas di langgar karena tidak di barengi kompensasi yang selama ini di gembar-gemborkan di media.Bahwa begitu banyak jenis bantuan tetapi satu pun bantuan tersebut tidak di terima masyarakat.

Babak pertama penetapan masa Pembatasan Sosial Berakala Besar ( PSBB ) di Surabaya yang di tetapkan mulai 27 April 2020 sampai 11 Mei 2020 apa di barengi dengan kompensasi bantuan-bantuan yang katanya berbagai macam tersebut.Kalaupun memang ada seharusnya sudah di bagi sebelum tanggal di tetap.Nyatanya sampai sekarang masyarakat seakan menunggu bulan dari langit.Jadi sepertinya mustahil.

Belum lagi habis masa PSBB babak pertama.Saat di tulis OPINI ini pemerintah provinsi sudah memutuskan perpanjangan waktu PSBB ( 9 Mei 2020 ) untuk Surabaya Raya ( Sebutan istilah baru.Kalau di sebutkan Eks Karisidenan Surabaya malah semakin asyik.Karena meliputi beberapa kota dan kabupaten : 
- Kota Surabaya
- Kabupaten Gresik 
- Kabupaten Sidoarjo
- Kota Mojokerto
- Kabupaten Mojokerto
- Kabupaten Jombang
Asyik kan tambah luas daerahnya )

Tepatnya kata yang harus di gunakan untuk menekan pemutusan mata rantai penyebaran Virus Corona ( Covid 19 ) tersebut ya LOCKDOWN walupun bahasa asing tetapi sudah sangat populer di telingah masyarakat.Tetapi penghalusan kata tersebut mengandung makna pemerintah yang melockdown harus menyertakan kompensasi pangan untuk masyarakat.Penghalusan kata dari bahasa asing kebahasa ibu tersebut mengandung makna pemerintah walau tidak atau telat memberi kompensasi tidak harus merasa bersalah.

Hidup pemerintah !

Corona ?
Satu satu.Satu sama !

Masyarakat masih sanggup bertahan lapar ?
Siap-siap saja babak kedua masa penerapan PSBB tidak menggunakan waktu jedah apalagi Injury Time.Langsung sambung !

Monggo pertarungan tetap berlanjut.Pemerintah dengan memakai seragam berlogo Corona dengan Tiki Taka ala Barcelona.Sementara masyarakat dengan Pertahanan Grendel ala Pertahanan Italia Kuno dengan memasang delapan Back,satu play maker di tengah dan satu striker menunggu di depan gawang lawan.
Masyarakat juga menyertakan semua anak gawang yang biasanya di luar garis lapangan.Sekarang di masukkan lapangan.Dan semuanya menggerombol di depan gawang.Safety !

Eit nanti dulu !
Tidak boleh bergerombol dan wajib pakai masker !
Nah aturan lagi kan ?
Lanjutkan saja apa yang bisa di lakukan.
Masyarakat !

Selamat datang babak kedua PSBB.
Sugeng Rawuh 12 Mei 2020 - 25 Mei 2020.

Jangan kuatir masyarakat tidak akan mati kelaparan.Karena masyarakat punya cara tersendiri untuk menghindari lapar.(mjb)