Iklan

Friday, May 1, 2020, May 01, 2020 WIB
Last Updated 2020-06-08T09:45:55Z
beritaUMUM

HUMAS RS PARU KARANG TEMBOK SURABAYA, TERTUTUP DENGAN WARTAWAN, TERKAIT MENINGGALNYA SEORANG PASIEN YANG DI KATAKAN POSITIP VIRUS COVID 19 (CORONA)

SURABAYA, Nuswantoro Pos - Berawal sejak adanya seorang pasien perempuan bernama Fatima warga Bulak Banteng Patriot,  yang di rawat di Rumah sakit Karang Tembok Surabaya hingga  meninggal dunia dan di nyatakan positif oleh pihak rumah sakit Karang Tembok hingga proses pemakaman yang di lakukan di Tempat Pemakaman Covid di daerah keputih Surabaya 

Anehnya ketika sang suami yang menemani dalam pengantaran  jenazah tidak disarankan untuk menggunakan APD padahal sang suami sangat dekat sekali dengan mendiang istri hingga bisa langsung berinteraksi dengan sang istri yang sudah divonis covid-19.

Sang suami pun tidak diberi menggunakan baju APD hingga ke pemakaman keputih,dan ada didalam mobil jenazah,dan ternyata tidak dinyatakan tertular,itu adalah hal yang aneh bagi masyarakat.

Kamis (30/4/2020), beberapa awak media mendatangi Rumah sakit Karang Tembok tepatnya di bagian hubungan masyarakat (HUMAS) , untuk mengklarifikasi terkait pasien yang meninggal dan divonis positif Virus Corona oleh pihak rumah sakit karang Tembok yang di kelola provinsi 
Namun saat beberapa awak media ingin ketemu Elisabeth selaku Humas Rumah sakit Karang Tembok milik provinsi Jatim,  Humas pun sedikit keberatan  menemui beberapa awak media yang sudah menunggu di bagian ruang tunggu.

Pada hari Selasa (28/4/2020), sejak meninggalnya pasien positif, juga sudah ada brapa awak media dengan hal yang sama yaitu ingin ketemu Elisabeth selaku Humas, namun hanya di temui oleh salah satu pegawai perempuan berhijab dengan badan agak gemuk di nyatakan humas sedang ada rapat , malah beberapa awak media ini di suruh meninggalkan pesan pertanyaannya yang akan di sampaikan ke HUMAS pungkas pegawai tersebut.

Karena belum ada jawaban dari Humas terkait pasien yang meninggal divonis positif Covid 19, maka beberapa awak media mencoba mendatangi kembali kepihak Humas guna mengklarifikasi jawaban, namun ironisnya sangat disesalkan oleh beberapa awak media yang datang menemui Elisabeth selaku Humas yang minta untuk di temui satu orang media saja dengan alasan menjaga jarak, padahal ke 5 awak media ini sepakat untuk bisa menjaga jarak untuk melakukan konferensi pers, namun Elisabeth selaku Humas bersikukuh tetap meminta di temui satu orang media saja, beberapa awak media mengatakan ""kami bedah  karna permintaannya tidak logis yang bisa membuat intervensi terhadap ke 4 awak media yang lain maka ke 5 awak media tersebut keluar dari dari ruangan tunggu dengan perkataan Humas (Elisabeth) yang tidak mau menemui 5 awak media malah di suruh datang ke pos Grahadi, ujar Elisabeth. (Mjb)