Iklan

Sunday, May 31, 2020, May 31, 2020 WIB
Last Updated 2020-06-08T09:45:55Z
beritakriminal

ANGGARAN BLT DENA DESA HENDAK DI SUNAT OLEH OKNUM KEPALA DESA KABUPATEN SAMPANG MADURA

SAMPANG, Nuswantoro Pos - Madura Jawa Timur terkait anggaran Bantuan Langsung Tunai ( BLT) di desa Asem Rajeh jrengik telah terjadi pemotongan yang seharusnya 600 menjadi 300 yang dilakukan oleh salah satu oknum kepala desa di kecamatan Jrengik saat dikonfirmasi oleh awak media kabar xxi.com atas adanya Vidio yang di unggah oleh masyarakat setempat terkait pembagian BLT yang di dapatkan 300 ribu oleh warga desa setempat.

Namun Kades memberikan statement bawa sekarang ini pembagian uang 300 itu uang pribadi, enggak hanya di situ pihak klebun (kepala desa) mengintimidasi atau mengancam wartawan yang lagi investigasi di tempat berlangsunya pembagian uang yang saat ini Sabtu, (30/05/2020), di berikan lanjutan 300, "jangan memberitakan miring tentang Desa kami nanti kalau beritanya miring hati-hati lho tutur klebun.
Pembagian ulang uang 300 ribu (tiga ratus ribu) Di bagikan siang hari sekitar pukul 14:13 wib yang di dampingi oleh Babinsa dan Binmas Jrengik Sampang 

Pengakuan  Klebun (kepala Desa) kepada Awak media terkait Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLTDD), "bahwa uang yang seharusnya di bagikan secara 600 ribu, memang sengaja di bagikan 300, biar ada pemerataan, supaya warga bisa mendapat semua, ujar Klebun (kepala Desa)

Padahal intruksi dari Presiden republik Indonesia, "jangan main-main dengan dana bantuan Rakyat , saya akan menindak tegas dan ini tanggung jawab aparat kepolisian.
Sungguh sangat di sesalkan dengan bantuan pembagian  BLT 300 yang dilakukan  oknum kepala Desa yang berani melakukan hal tersebut, walaupun ada intruksi Presiden,  Babinsa dan Binmas Jrengik tutup mata, walaupun nampak jelas pelanggaran tersebut.

Saat itu juga ada salah satu seorang  pemuda yang dimana mempertanyakan legalitas kita sebagai wartawan,  Beliau bernama H. Husni yang dimana dirinya mengaku juga dari wartawan Jawa Pos aktif di wilayah Kabupaten Sampang Madura yang di duga ada indikasi pembeck'ap an.

Pada Saat  dengan kedatangan 3 awak media  klebun (kepala Desa) itu berubah sikap Dengan mengatakan Ini kesalahan kami dan kami sudah minta maaf  selaku Kepala Desa, Asem Rajeh. (mjb)