Nuswantoro Pos: WARGA KALISARI DAMEN Gg MAKAM SURABAYA, YANG SELALU MENATA DAN MELAKUKAN PEMBENAHAN KAMPUNGNYA

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

WARGA KALISARI DAMEN Gg MAKAM SURABAYA, YANG SELALU MENATA DAN MELAKUKAN PEMBENAHAN KAMPUNGNYA

Tuesday, April 21, 2020
SURABAYA, Nuswantoro Pos - Pembenahan terus dilakukan dalam penataan kampung Kalisari Damen Surabaya, meskipun sebelumnya ada wacana di salah satu surat kabar cetak dengan judul BBWS Brantas ngotot akan melakukan penggusuran dan akan memberikan bukti kepemilikan setelah suasana kondusif, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat warga dalam membangun kampung Kalisari Damen.

Seperti yang tampak pada hari ini Minggu (19/04/20), warga Kalisari Damen dan Gg Makam yang masuk dalam RT 03 RW 03 Kalisari Damen melakukan kerja bakti kampung guna menciptakan suasana Bersih Indah dan Nyaman.

Abdul Muntholib selaku ketua RW 03 menyampaikan bahwa hal tersebut mulai beberapa minggu ini rutin dilakukan, “selain untuk meminimalisir penyebaran covid19 harapan kita kegiatan ini (kerja bakti) untuk menciptakan suasana yang bersih sejuk dan asri,” ujar Abd Muntholib.

Masih Abd Muntholib, kegiatan kali ini dilakukan oleh seluruh warga kampung Kalisari Damen dan Gg Makam RW 03 mulai dari bapak-bapak juga ada ibu-ibu turut serta, mereka tampak antusias dan tak ingin larut dalam suasana atau adanya isu-isu yang dikembangkan (penggusuran red), tutur Abd Muntholib.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kampung Kalisari Damen khususnya RT 03 dan Gg Makam terancam akan digusur, karena dianggap penyebab banjir, seperti perumahan Bhaskara dan beberapa wilayah lain, namun hal tersebut sudah dilakukan Hearing di Komisi C DPRD Surabaya, bahkan telah dilakukan sidak langsung oleh Baktiono selaku Ketua Komisi C beserta anggota, dalam sidaknya Baktiono merasa heran jika kampung tersebut dianggap penyebab banjir, “jangan dilakukan penggusuran dulu, mereka ini juga termasuk bagian dari negara yang mana juga ikut pemilihan umum dan mereka juga punya identitas seperti KTP, KIS, dll” ujar Baktiono saat sidak dilokasi beberapa waktu yang lalu.

Namun persoalan tersebut belum bisa berhenti disitu, saat diwaktu Hearing di ruangan Komisi C DPRD Surabaya, ada pihak Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWSB) yang mengklaim kepemilikan lahan tersebut melalui Kasubag Pengelolahan aset Negara Nahason Harianja sempat menunjukkan peta wilayah ini sementara kami tunjukkan bukti bahwa lahan tersebut milik kami (BBWSB), Ujar Nahason diwaktu Hearing.

Namun ditempat lain, Choirul Subeki SH selaku kuasa hukum kampung warga mengatakan bahwa hal tersebut belum bisa dibenarkan,”ya kalau menurut aturan perundang undangan, sebagai alas hak kepemilikan tanah seharusnya kan sertifikat,” ujar Choirul Subeki SH.

Sedangkan Achmad Anugrah selaku Ketua LSM GARAD Indonesia yang juga turut serta mendampingi warga Kalisari Damen saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya sudah mempersiapkan surat konfirmasi yang akan ditujukan kepada pihak Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWSB), kami sudah siapkan suratnya, namun kondisi saat ini yang belum bisa maksimal (covid19) ya kita tunggu agak kondusif, tujuan surat ini untuk meminta klarifikasi pihak BBWSB sejauh mana data yang dimiliki dalam kepemilikan lahan tersebut, karena ini menyangkut hajat orang banyak, khususnya di wilayah Kalisari Damen dan Gg Makam, pungkas Achmad Garad.(fik)