Iklan

Tuesday, April 28, 2020, April 28, 2020 WIB
Last Updated 2020-06-08T09:45:54Z
beritaCOVID 19 CORONA

RUMAH SAKIT PARU KARANG TEMBOK SURABAYA BIARKAN KELUARGA KORBAN COVID 19 PULANG TANPA ISOLASI

SURABAYA, Nuswantoro Pos - Lagi lagi Pasien yang diduga terkena virus Covid-19 menelan korban. Kali ini menimpa Siti Fatimah (34) warga Dukuh Bulak Banteng Patriot IV/19 Surabaya.

 Awal muasal korban pernah dirawat jalan di rumah sakit Asrama Haji dan dinyatakan Negatif dari Covid. Kemudian 5 hari yang lalu korban mengalami demam tinggi hingga keluarga korban berinisiatif membawanya ke rumah sakit Paru yang berada di jalan Karang Tembok Surabaya.

  Disinilah hal aneh terjadi, (Senin 27/4/2020) pasalnya setelah  4 hari pasien dirawat di RS Paru, pihak dokter tidak mengatakan informasi bahwasanya Siti Fatimah ini terjangkit Covid. Namun selang 1 hari kemudian sebelum pasien meninggal dunia, pihak rumah sakit mengatakan bahwasanya korban ini terjangkit Virus Covid-19.


Tentu saja hal ini menjadi pukulan berat bagi  Bunidin selaku suami dari korban yang dinyatakan Covid oleh pihak rumah sakit Paru tersebut. Hingga menyebabkan mendiang sang istri harus dimakamkan di pemakaman khusus yang disediakan oleh pemerintah di Keputih. 

 Bunidin juga menjelaskan bahwa kejanggalan disini terjadi, pasalnya saat peti jenazah ini di bawa dalam mobil ambulan, sang suami diperbolehkan untuk berada dalam satu mobil bahkan tanpa alat pelindung diri.

"Saya boleh naik kedalam untuk menemani peti mati istri saya, bahkan saya hanya memakai masker saja tanpa memakai alat pelindung seperti yang dikenakan oleh dokter maupun staf pihak rumah sakit yang lain," ujar Bunidin selaku suami dari Fatimah.

  Selang beberapa saat setelah menjelang pemakaman selesai, sang suami menuju ke rumah duka yang berada di jalan Dukuh Bulak Banteng gang Patriot IV.

Kedatangan sang suami ini menjadi momok menakutkan tersendiri bagi para tetangganya. Pasalnya jika sang istri ini sudah dinyatakan positif Covid 19 oleh pihak rumah sakit Paru, semestinya Taufik ini di isolasi dan dijauhkan dari warga sekitar agar tidak terjadi penyebaran dan menimbulkan korban lagi.


 Dalam hal ini Taufik Rahman selaku ketua RT dari warga Dukuh Bulak Banteng Patriot IV juga merasa resah, pasalnya jika istrinya ini sudah dinyatakan positif Covid 19,  suami jangan diperbolehkan pulang dan harus dilakukan isolasi.

 "Jika seperti ini dan sudah dinyatakan positif Covid, semestinya suami ini tidak boleh satu mobil bersama peti mati. Kemudian harus memakai alat pelindung diri, dan terlebih lagi sang suami harus di isolasi dong, jangan dibiarkan membaur dengan masyarakat sekitar. Jika seperti ini berarti secara tidak langsung pihak rumah sakit ingin menularkan virus Corona terhadap warga saya," sesal pak RT.


Dalam hal ini warga sekitar beserta keluarga dibuat bertanya tanya, jika Fatimah ini positif Corona mestinya keluarga dilakukan isolasi. 


Hingga berita ini diturunkan pihak rumah sakit  Paru tidak dapat memberikan keterangan terkait kematian Fatimah (bersambung). (mtsr)