Iklan

Wednesday, October 23, 2019, October 23, 2019 WIB
Last Updated 2019-10-23T22:31:34Z

PERKARA SEPELE PENUMPANG KERETA API DI INTIMIDASI DAN PAKSA TURUN, ATAU BAYAR DENDA TIKET 3 × KALI LIPAT, TERKAIT ASAP ROKOK



Surabaya, NUSWANTORO POS - Perjalanan darat menggunakan  Kereta Api Gaya Baru Malam Selatan 173,  berangkat dari Stasiun Gubeng menuju Pasar Senen dengan kode boxing, penumpang  Atas nama Slamet alias BAUNG merupakan warga Surabaya, dalam perjalanan, Slamet merupakan  seorang perokok berat, karna ahli hisap merokok namun saat  perjalanan dari Surabaya  menuju Jakarta guna memenuhi tugas liputan pelantikan presiden JOKOWI di jakarta


Karna perjalanan yang begitu jauh dengan menempuh waktu berjam-jam, namun Slamat alias BAUNG tidak kuat untuk menahan tidak merokok,
Karena Selamet alias BAUNG pecandu rokok berat yang tidak kuat, untuk menahan, akhirnya selamat merasa pusing di sebabkan adanya larangan merokok.


di dalam perjalanan begitu lama menuju Jakarta, Slamat alias BAUNG mencari ruang yang sekiranya tidak mengganggu penumpang umum lainnya,  Baung sebutan sehari-sehari menuju ruang Gang kamar kecil guna untuk kebutuhan menghisap rokok dan di ketahui Ari sebagai penjual kopi, lantas langsung di laporkan ke POLSUSKA (pengamanan kereta api) hingga  tidak diberikan teguran ataupun peringatan, namun langsung diturunkan dengan tidak sopan, /Denda beli tiket seharga 3 kali lipat yang jelas tidak ada batasan Intoleran, seandainya bagi orang tidak mampu ataupun dengan uang pas-pasan, itu bagaimana solusinya ? Ujar Baung.



Kejadian awal sabtu (19/10/2019), semula Slamet panggilan Baong, kecewa atas tindakan dan sikap PT. KAI (kereta api indonesia) persero yang secara langsung menekan untuk di turunkan atau di haruskan membeli tiket kembali yang  semula biaya ekonomi dipaksa untuk membayar dengan harga setara kelas eksekutif, 


Menurut SLAMET alias BAUNG, aturan yang ada di dalam  dikereta Api Gaya Baru Malam Selatan, sangat tidak ada kebijakan dan toleransi baik terhadap penumpang terkait persoalan sepele yang di sebabkan asap rokok.


Slamet merasa tidak mengganggu penumpang lainnya yang ada di ruang penumpang, maka ia bergegas menuju ruang pintu kereta yang berdekatan dengan kamar kecil guna untuk kebutuhan menghisap rokok.


Jelas-jelas ini akan membuat penumpang merasa mengalami psikologis beban mental bagi penumpang uang pas-pasan, ungkap Baung.
(mjb)