Iklan

Monday, September 16, 2019, September 16, 2019 WIB
Last Updated 2019-09-16T13:08:33Z

PEMBERDAYAAN PURNA TENAGA KERJA WANITA (TKW) DI SOLOKURO LAMONGAN



LAMONGAN, Nuswantoro Pos - Pelatihan Kewirausahaan pada Kelompok usaha Sinar Berdikari desa solokuro Lamongan merupakan salah satu Desa yang penduduknya menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan Tenaga Kerja Wanita (TKW) terbanyak di Indonesia. Faktor yang melatar belakangi banyaknya jumlah penduduk yang memilih kerja diluar negeri dikarena faktor ekonomi dan sedikitnya lapangan pekerjaan yang bisa mencukupi kebutuhan keluarga di desa Solokuro.


Bagi TKW purna untuk menambah penghasilan keluarga memilih untuk membuka usaha sendiri, seperti membuat makanan atau minuman. Untuk mewadahi TKW purna di desa Solokuro dibentuk kelompok usaha kecil di Solokuro, salah kelompok usaha yang mewadahi TKW purna keleompok Usaha Sinar Berdikari. Kelompok ini memproduksi olahan produk jagung, diantaranya krupuk jagung, stick jagung, wingko jagung.


Kelompok usaha Sinar Berdikari sudah berjalan sejak tahun 2015, yang dirintis oleh ibu-ibu Aisiyah, kelompok usaha Sinar Berdikari ini dikoordinatori oleh ibu Ulfa purna TKW Malaysia dengan dibantu beberapa ibu-ibu purna TKW lainnya. Kelompok usaha ini untuk mewujudkan para TKW yang sudah bisa hidup mandiri dan produktif sehingga memberi efek positif untuk meningkatkan kesejahteran ekonomi Ibu-ibu purna TKW dikampung halaman.


Permasalahan kelompok usaha Sinar Berdikari adalah kapasitas produksi terbatas karena alat-alat produksi manual dengan tenaga manusia, kualitas produk tidak tahan lama (basi) dan kurang higienis, belum bersertifikat halal dan BPOM, permasalahan manajemen pembukuan, pemasaran, pengemasan masih tradisional sehingga sulit masuk ke pasar Modern dan permodalan terbatas, dan kelembagaan usaha masih tradisional.


Dengan kegiatan PKM ini dapat memberikan pendampingan kepada kelompok ibu-ibu purna TKW dengan pengembangan aneka produk snack rumahan. Dimana solusi yang ditawarkan pada program ini adalah: membantu peningkatan kapasitas produksi dan manajemen pemasaran usaha, penguatan kelembagaan kelompok usaha. Solusi yang ditawarkan pada program ini adalah dengan memberikan alat produksi, pelatihan manajemen usaha dan pemasaran, menfasilitasi pembentukan kelompok usaha secara professional, pendampingan pembuatan media pemasaran usaha secara teknologi informasi.


Pendampingan PKM ini harapakan memberi solusi dari beberapa permasalahan yang dihadapi kelompok Usaha Sinar Berdikari dilapangan. Ada dua aspek pendampingan untuk memberdayakan kelompok Usaha Sinar Berdikari, yaitu dari aspek manajemen dan aspek produksi.


Dalam aspek manajemen pendampingan PKM pemberdayaan pada purna TKW (Tenaga Kerja Wanita) di desa Solukuro Lamongan dengan:
Menginovasi model promosi pemasaran usaha yang masih konvesional dengan memanfaatkan media teknologi informasi, media cetak, dan media sosial sehingga informasi tentang produk tersebar luas.


Menata kelembagaan usaha yang masih dikelolah secara konvensional dan beorientasi kekeluargaan menjadi kelembagaan Usaha yang profesional dengan terdaftar di Dinas Perdagangan & Perindustrian (SIUP, TDP, dll) Dinas UKM dan Koperasi, sehingga nantinya dapat pembinaan dan memiliki kekuatan hukum agar mudah mendapatkan pembiayaan dari pihak luar (KUR Perbankan).


Menata manajemen pengelolaan keuangan usaha yang masih di kelola secara konvensional (antara keuangan usaha dengan keluarga masih bercampur) menjadi pengelolahan menajemen keuangan yang profesional yaitu keuangan usaha dan kebutuhan keluarga tercatat secara terpisah dan rapi sesuai standart Akuntansi. Sehingga berdampak pada peningkatan produksi.


Sedangkan aspek produksi dalam pendampingan PKM pemberdayaan pada purna TKW (Tenaga Kerja Wanita) di desa Solukuro Lamongan dengan:
Menambah alat-alat produksi yang berkapasitas maksimal dan berbasis teknologi untuk meningkatkan kapasitas produksi secara maksimal, diataranya adalah Mesin penggiling, mesin press packing (bungkus), kompor.


Menginovasi kualitas produk yang belum terdaftar di LPOM MUI dan Dinas Kesehatan, sehingga belum teruji kualitas kehalalan dan hiegines, menjadi kualitas produk yang berstandart halal dan hiegines dari pihak yang berkompeten (LPOM MUI dan Dinas Kesehatan), sehingga berdampak pada kepercayaan pembeli.


Menginovasi model pengemasan produk yang masih manual dan konvensional (di bungkus plastik), sehingga tidak marketabel menjadikan kemasan yang marketabel (variatif, di labeli nama produk, label halal, label hegienis) sehingga membuat menarik konsumen di pasaran.


Metode pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode pelatihan digabungkan dengan menggunakan metode FGD (Focus Group Discussion). Metode pelaksanaan pendampingan PKM pemberdayaan purna TKW di desa Solokuro Lamongan, adalah:
Membantu membuatkan media promosi pemasaran produk Mitra di media online seperti di FB, Blogg, Website, IG.


Membantu mendampingi mendaftarkan kelembagaan Usaha Purna TKW ke instasi pemerintahan terkait yaitu Dinas Perdagangan & Perindustrian dan Dinas UKM & Koperasi untuk mendapatkan SIUP, dan membuatkan papan nama Usaha mitra.


Memesankan atau membelikan alat produksi Usaha di ataranya adalah alat penggiling, Mesin press packing (bungkus), Kompor LPG.


Membantu menyiapkan berkas administrasi dan membantu (mengawal) Mitra untuk mendaftarkan produknya ke LPOM MUI dan Dinas Kesehatan Kab. Lamongan untuk mendapatkan Sertifikat Halal dan Sertifikat Sehat (Hiegynis).


Membantu mendesainkan produk Kemasan Kelompok usaha sinar berdikari secara variasi, variasi bungkus dengan di labeli nama produk, label halal, label hegienis dari instansi terkait sehingga membuat menarik konsumen di pasaran dan dapat dipertanggung jawabkan.
Membantu pengelolahan manejemem keuangan dan membantu membelikan buku administrasi/Akuntanasi keuangan Usaha Kelompok usaha sinar berdikari sehingga rapi dan akuntabel.


Dari kegiatan pendampingan Pemberdayaan pada purna TKW (Tenaga Kerja Wanita)  di desa Solukuro Lamongan yang didanai oleh DP2M Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) tahun anggaran 2019 ini akan terus berkembang sesuai harapan perlu adanya pemantauan dan pembinaan yang berkesinambungan sehingga usaha mitra dan warga Solokuro Lamongan dapat berkembang sesuai harapan. Disamping itu inovasi perlu ditingkatkan dalam membuat makan berbahan jagung dengan variasi rasa dan bentuk untuk meningkatkan produktivitas mitra. 
Dengan membekali mitra dengan manajerial yang baik, mitra akan  dapat menjalankan usahanya secara efektif dan efisien, yaitu bagaimana tehnik pengemasan yang baik akan meningkatkan penjulan mitra mengemas sebuah produk sehingga lebih menarik dan mempunyai daya jual yang tinggi. Dengan pelatihan pemasaran dapat meningkatkan volume penjualan mitra dari pasar lokal menuju nasional. Perlu menambah ekspansi pemasaran mitra juga mengikuti pameran produk unggulan tingkat regional maupun nasional. (Zeey/Her)