Nuswantoro Pos: HAKIM PATAH PENGAKUAN TERDAKWA, PEMBUNUHAN SADIS DI JALAN GEMBONG, HANYA MEMBACOK SEKALI

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

HAKIM PATAH PENGAKUAN TERDAKWA, PEMBUNUHAN SADIS DI JALAN GEMBONG, HANYA MEMBACOK SEKALI

Thursday, September 26, 2019


SURABAYA, Nuswantoro Pos - Sidang lanjutan kasus pembunuhan di jalan Gembong 3 Surabaya, dengan korban meninggal Setiyo Budiono (41) warga Jalan Tambak Segara Gang 8 Surabaya.


Kasus pembunuhan yang diduga salah sasaran ini, dilakukan oleh Syamsul bin Toysin, yang sebelumnya telah direncanakan untuk mengeksekusi korban (Setiyo Budiono, red), terdakwa melakukan pembantaian terhadap korban tidak sendirian, terdakwa melakukan bersama sama dengan rekan rekannya, sehingga dalam hasil pengembamgan pihak Kepolisian beberapa pelaku ada beberapa yang masih menjadi Dafrar Pencarian Orang (DPO).


Sidang yang beragendakan mendengarkan kesaksian yang meringankan terdakwa  di dengarkan dalam persidangan di ruang Garuda 2, yang dipimpin oleh Hakim Johannes , selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pompy Polansky dari Kejari Surabaya, Kamis (26/9/2019).


Sidang dilanjutkan ke pemeriksaan terdakwa, Terdakwa Syamsul bin Toysin sempat dicerca pertanyaan yang menyangkut perlakuan terdakwa yang bertubi tubi saat mrngeksekusi korban sampai beberapa kali sabetan clurit yang mengenai tubuh korban.


Terdakwa juga mengakui bahwa awal nya dirinya hanya disuruh dan ditunjuk saat sampai lokasi yang ditentukan, terdakwa hanya ditunjuk target yang harus dieksekusi dengan menggunakan clurit yang sebelumnya sudah dipersiapkan.


Saya harus membunuh karena sebelumnya keluarga saya telah dibacok oleh korban beberapa waktu lalu, sehingga saya akan dipermalukan nantinya kalau saya tidak membalasnya."


Rencana untuk mengeksekusi korban , terdakwa sebelumnya diundang di kediaman H.Faisol ( meninggal dunia)sebelum hari H terdakwa berkumpul dengan beberapa orang lainnya uang sebagian masih saudara dengan terdakwa, diantaranya Mostajab, Sar'i, Tholip, Mansyur, Abdul Haris, Maksum, Syukur, Markabi, Iswadi, Mukafi, Muji dan H.Faisol sebagai pemilik rumah.


Majelis Hakim dalam sidang juga menanyakan kepada terdakwa, apakah saat ditunjuk target yang harus dihabisi dan menghilangkan nyawa, sudah yakin kalau target tersebut yang telah membacok keluarga terdakwa, kalau ternyata yang di bunuh tersebut bukan target yang sebenarnya dan ternyata membunuh yang salah sasaran. Justru terdakwa saat ini menjalani sidang dan hukuman penjara akan menanti didepan, urai majelis hakim kepada terdakwa Syamsul binToysin yang kesehariannya bekerja sebagai tukang batu.


Diakhir sidang, Johannes selaku ketua majelis hakim yang menyidangkan, mengagendakan sidang tuntutan dari JPU yang akan digelar pekan depan.


Perlu diketahui Syamsul Bin Tosin, pelaku utama atau eksekutor pembunuhan tukang AC di Jalan Gembong Surabaya.


Gianto sebagai saksi penangkap dari Reskrim Polrestabes Surabaya. saat membawa terdakwa mendapat penghadangan oleh preman setempat.


Kami satu tim 7 orang. Saat itu terdakwa lagi disawah dan tidak ada perlawanan. Tetapi saat hendak dibawa ke Surabaya, ada perlawanan, mobil kami dihadang dijalan serta ada sebagian orang sempat menggedor-gedor pintu mobil kami. Untungnya ada kepala desa yang kami kenal sehingga kami diperbolehkan jalan. 


Saksi penangkapan, mengetahui Syamsul merupakan eksekutor berkat rekaman CCTV. “Terlihat jelas di rekaman CCTV, dimana saat itu tanpa ada pertanyaan terdakwa langsung menebaskan clurit ke korban,” tambah Gianto, dan senjata jenis Clurit dan rekaman sudah dijadikan barang bukti.


Pembunuhan yang ada di Jalan Gembong Surabaya, menurut polisi salah sasaran. “Dari hasil pemeriksaan terjadi salah sasaran, yang di cari Budi jual beli AC orang Madura, bukan Budi servis AC,” pungkas Gianto.


Korban Setiyo Budiono warga Jalan Tambak Segara Gang 8 Surabaya, ditemukan tewas di Jalan Gembong Sawah 3 Surabaya. Pria 41 diketahui tewas dibacok oleh beberapa orang tidak dikenal, Sabtu (23/12/2017) lalu.


Beberapa lama dilakukan penyelidikan, akhirnya polisi menangkap beberapa pelaku yang terlibat, diantaranya Mostajab dan Sar'i. Polisi juga menyebut, kasus ini melibatkan buronan lain, diantaranya, Samsul, Tholip, Mansyur, Abdul Haris, Maksum, Syukur, Markabi, Iswadi, Mukafi, Muji dan Faisol (meningal dunia).


Terdakwa yang telah tertangkap dan sudah berproses hukum yakni Mostajab dan Sar'i oleh Jaksa kemudian dinyatakan bersalah melakukan perencanaan pembunuhan, karena itu diancam dengan 6 tahun penjara. Hakim kemudian memutus Mostajab dan Sar'i masing-masing 4 tahun dan 5 tahun penjara. Sedangkan pelaku lain masih buronan. (mjb)
cetak agenda surabaya