Iklan

Monday, September 16, 2019, September 16, 2019 WIB
Last Updated 2019-09-16T11:23:01Z

BABINSA KORAMIL 0816/13 MENGHADIRI ACARA MENGATASI KONTEN NEGATIF YAUTUBE DAN BERITA HOAX



Sidoarjo, Nuswantoro Pos - Media sosial (medsos) menjadi tempat interaksi dan komunikasi masyarakat selain di dunia nyata. Ironisnya kini medsos lebih banyak dipenuhi narasi kebencian dan berita bohong (hoaks).Minggu sore (15/09/2019)


Team dari dosen UMSIDA sidoarjo Ibu Emy Rosnawati SH MH, mengungkapkan, 'Siskamling' medsos perlu dilakukan. Dengan begitu, masyarakat bisa menyusun narasi-narasi kebenaran dan kedamaian untuk menurunkan tensi masyarakat dengan modal keilmuan, kebajikan, dan pesan moral.


Saya rasa itu akan sangat efektif untuk meredam narasi-narasi yang tidak baik di medsos,  ujar Ibu Emy Rosnawati SH MH dalam keterangannya, Minggu  (15/09/2019) pukul 13.00 Wib


Menurut kapolres sidoarjo di wakili Iptu Hafid Dian Sh. Sebagei narasumber WORKSHOP BIJAK GADJET ini, lembaga pendidikan dengan kemuliaan para guru dan dosen, dapat berperan sebagai garda utama dalam mencerdaskan kehidupan penggunaan media sosial. Dengan demikian akan terjaga harmonisasi yang selaras di tengah gejolak emosi masyarakat.


Babinsa Pagerngumbuk Pelda H M Sugiyo menambahkan, medsos sejatinya tetap menjadi model masyarakat sebagai pengguna aktif yang cerdas. Selain itu, kemajemukan masyarakat Indonesia dengan ciri khas watak cukup sulit menghilangkan emosi .


Masyarakat terbiasa dengan pandangan bebas dalam menyampaikan gelora batinnya dalam bentuk kata-kata dan kalimat yang cenderung negatif. Awalnya membandingkan kemudian kehilangan budaya kesantunan, bahkan berujung pada perbuatan melawan hukum melalui ujaran kebencian," terang Pelda H M Sugiyo.


Sejauh ini, lanjutnya, berbagai undang undang (UU) telah dibuat untuk melarang sikap dan tindakan penghinaan di depan umum, persangkaan bohong dan penyebaran info hoaks.


UU itu dibuat karena banyaknya konten di medsos yang dilakukan secara individu untuk menyebarkan kebencian dan berita bohong yang menimbulkan keresahan secara sistemik," tandasnya. 


Hadir dlm acara tersebut kurang lebih 80 orang terdiri dari, Kapolresta sidoarjo di wakili (Iptu Hafid Dian Sh.)
Iptu gatot Sh, Team dari dosen UMSIDA sidoarjo,Ibu Emy Rosnawati SH MH, Ibu Leli Eka Mariyati M. Psi Psikolog, Perwakilan dr Kominfo bpk Aida Arda Surya Aiditya Spd M.T, Kepala desa pager ngumbuk bpk Coirul anam St, Babinsa desa pagerngumbuk Pelda H. M. Sugiyo, Babinkamtibmas Aipda Nuwakid, Ketua karang taruna bpk Irfandi S. Sos,Ketua PKK ds pagerngumbuk.ibu Uswatun khasanah S.ip. ,Warga dsn  pagerngumbuk (Arfn)