Friday, August 16, 2019, August 16, 2019 WIB
Last Updated 2019-08-16T07:52:33Z

PENGADAAN PAKAIAN DI SMPN 05 KERINCI KANAN DIDUGA AJANG PERKAYA DIRI



Kabupaten Siak, Nuswantoro Pos - Pemungutan uang pakaian seragam siswa baru masuk di SMP Negeri 05 Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, Propinsi Riau, pada bulan Juli tahun 2019 lalu diduga ajang mark up. Kepada siswa diminta uang pakaian Rp 1,5 juta lebih.


Ironisnya, di SMP Negeri 05 Kerinci Kanan kepada siswa diminta uang bangku. Setiap siswa dipungut sebesar Rp 425 ribu, jelas sejumlah orang tua siswa kelas VII SMP Negeri 05 Kerinci Kanan yang berhasil ditemui media ini.


Mereka mengakui tiap siswa dipungut uang pakaian hingga Rp1,5 juta lebih oleh pihak sekolah. Uang sebanyak itu untuk biaya pengadaan pakaian seragam sekolah sebanyak 5 pasang. 


Orang tua siswa yang meminta identitas mereka dirahasiakan menyampaikan, sebanyak Rp 924 ribu dipungut untuk biaya bakal kain 4 pasang dan satu pasang baju pramuka. Sedangkan biaya jahit empat pasang pakaian diluar baju pramuka, dipungut sebesar Rp 150 ribu perstel. Sehingga total uang pakaian yang wajib dibayarkan oleh setiap siswa kepada pihak sekolah senilai Rp 1.524.000, (satu juta lima ratus dua puluh empat ribu rupiah).


Ketua panitia penyelenggara penerimaan peserta didik baru (PPDB) Ermawarti S.Pd saat ditemui beberapa waktu lalu tidak mau menerangkan masalah itu. Dia meminta untuk dikonfirmasikan langsung kepada Sama'un S.Pd, selaku kepala sekolah SMP Negeri 05 Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, Propinsi Riau.


Saya tidak berani menjelaskan hal itu karena saya hanya sebagai bawahan. Lebih baik bapak-bapak jumpai saja kepala sekolah, ujar Ermawati kepada awak media.


Sehingga Ermawati meminta nomor HP media ini dan berjanji akan menghubungi awak media jika kepala sekolahnya masuk sekolah. Sebab hari itu Samaun sedang tidak masuk di sekolah. 


Sukirman salah seorang tenaga guru Jumat (16/8/2019), mengaku kepala sekolahnya barusan beberapa hari lalu masuk sekolah. Tidak tahu kalau memang ada janjian dengan ketua panitia PPDB (Ermawati) untuk menghubungi awak media saat kepala sekolah masuk, ujarnya.


Samaun yang sudah dihubungi berulang kali tidak pernah mengangkat telefonnya. Konfirmasi melalui aplikasi whatssAp juga enggan dibalasnya. 


Sejumlah siswa SMP Negeri 05 Kerinci Kanan, mengatakan bahwa kepala sekolah jarang masuk. Dalam sebulan saja bisa dihitung berapa kali dia masuk. Siapa saja yang mau menjumpainya jarang bisa ketemu kalau di sekolah karena datang sekali sekali saja. (Sona)