Saturday, August 17, 2019, August 17, 2019 WIB
Last Updated 2019-08-17T23:10:47Z

KODIM 0816/SIDOARJO MELAKSANAKAN KEGIATAN RAKOR KEAMANAN PERTANAMAN PADI



SIDOARJO, Nuswantoro Pos - Kodim 0816/Sidoarjo melaksanakan kegiatan Rakor pengamanan pertanaman padi (pajale) dalam rangka mitigasi kekeringan di wilyah kabupaten Sidoarjo program Upsus TA.2019. Bertempat di Aula Makodim 0816/Sidoarjo yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 15 Agustus 2019 pada pukul 08.00 sd selesai. 


Hadir dalam kegiatan tersebut terdiri Dandim 0816 Letkol Kav Arif Cahyo Widodo S.I.P, Kadistan diwakili Ir Nurlaila, Kepala P.U pengairan ( Ir. Bambang), Ketua BPBD diwakili Bpk Cholil, Para Danramil jajaran Kodim 0816, Para PPL Distan Kab.Sidoarjo dan Para Kapoktan se Kabupaten Sidoarjo.


Rakor ini sebagai bentuk upaya preventif dalam menghadapi atau mencegah bencana kekeringan yang siap mengintai Kabupaten Sidoarjo.


Dandim 0816/Sidoarjo mengatakan Dalam menghadapi atau mencegah kekeringan, kita semua  agar waspada dan terus turun ke lapangan untuk memonitor langsung ke desa-desa, jika ditemukan ada desa yang krisis air segera koordinasi untuk disuplai air. Terutama kecamatan yang sering mengalami kekeringan,"Ujar Letkol Arief .


Dengan telah dilaksanakannya rakor mitigasi bencana ini, diharapkan kita semua siap dalam menghadapi apabila terjadi kekeringan," tambahnya. 


Prakiraan cuaca yang di sampaiakn oleh BPBD  Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini potensi kemarau ekstrem terjadi hingga September 2019. langkah menghadapi kemarau ekstrem dengan menggelar rapat koordinasi (rakor) mitigasi kekeringan. Oleh karena itu, Kementan melibatkan dinas pertanian kabupaten, dinas PU kabupaten serta kodim di wilayah terdampak kekeringan untuk melakukan mitigasi bencana kekeringan.


Apabila terjadi Kekeringan di sejumlah wilayah di Kabupaten Sidoarjo mulai mengancam areal persawahan. Dibutuhkan perubahan pola tanam dan pengaturan distribusi air untuk menghadapi kemarau panjang, perubahan pola tanam dan pengaturan distribusi air dapat mencegah petani mengalami gagal panen akibat kekeringan. Sistem pengairan berselang juga dapat dilakukan untuk menghemat konsumsi air pada areal sawah. Petak sawah hanya diairi selama beberapa hari untuk kemudian dikeringkan dan airnya dialirkan ke petak sawah lainnya.



Selain itu, dengan cara Irigasi air tanah dangkal dapat digunakan untuk daerah yang tidak tercakup dalam sistem irigasi permukaan atau daerah pertanian lahan kering yang hanya bisa melakukan penanaman padi satu kali dalam setahun Uacp Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Arief Cahyo Widodo. (Zeey/Lyn).