Friday, August 16, 2019, August 16, 2019 WIB
Last Updated 2019-08-16T09:29:46Z

KADISDIK KABUPATEN SIAK AKAN CEK MASALAH PUNGUTAN LIAR (PUNGLI) DI SMP NEGERI 05



Kabupaten Siak, Nuswantoro Pos - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Siak H Lukman M.Pd mengaku baru mengetahui informasi pemungutan uang baju seragam sekolah dan pungutan uang bangku belajar kepada siswa di SMP Negeri 05 Kerinci Kanan.


Hal ini baru diketahui. Saya baru dapat informasi ini, saya akan segera cek dan telusuri keadaan sebenarnya. Baik, tentulah saya cek juga sebagai bentuk penguatan informasi," ujar Lukman melalui pesan di whatssAp pada Jumat (16/8/2019) kepada media ini.


Hal ini disampaikan oleh kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Siak menanggapi dugaan pungutan uang bangku dan uang baju seragam siswa oleh SMP Negeri 05 Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, Propinsi Riau.


Kepada setiap siswa dimintai uang bangku belajar sebesar Rp 425 ribu. Bakal baju seragam empat pasang dengan satu stel baju olahraga dipungut Rp 924 ribu. Sedangkan upah jahit pakaian seragam yang empat pasang tersebut dipungut sebesar Rp 150 ribu perstel, beber para orang tua siswa yang mengaku berat membayar uang pakaian seragam sekolah yang harus meronggoh kocek hingga Rp 1,5 juta lebih setiap siswa.


Kepala SMP Negeri 05 Kerinci Kanan Samaun S.Pd yang dihubungi berulang kali atas masalah itu tidak pernah mengangkat telefon. Konfirmasi melalui whatssAp juga tak kunjung dibalasnya hingga berita ini dikirim ke kantor redaksi.


Ketua panitia penyelenggara penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP Negeri 05 Kerinci Kanan Ermawati ketika dikonfirmasi, tidak mau menjawab media. Saya tidak berani menjelaskan masalah itu kepada media karena saya hanya sebagai bawahan. Yang punya kapasitas untuk menjawab itu adalah kepala sekolah, ujarnya seraya meminta nomor HP dan berjanji akan menghubungi awak media saat kepala sekolahnya masuk. Sayangnya setelah ditunggu beberapa minggu, Ermawati tak pernah memberi kabar kepala sekolahnya tersebut.


Ketika media ini kembali menyambangi SMP Negeri 05 Kerinci Kanan Jumat (16/8/2019) untuk menemui Samaun, lagi-lagi tidak berada ditempat. Bapak kepala sekolah tidak masuk kata Sukirman salah seorang tenaga guru yang mengaku mengajarkan bidang studi agama dan merangkap sebagai guru bimbingan konseling.


Sejumlah siswa SMP Negeri 05 Kerinci Kanan kepada media ini mengaku bahwa kepala sekolah jarang masuk. Dalam satu bulan bisa dihitung berapa kali saja kepala sekolahnya masuk. Sehingga kalau ada orang yang mau menemui Samaun di sekolah, sangat sulit bertemu karena datang sekali sekali saja. Lebih baik ditelefon saja kalau ada nomor telefonnya, saran para siswa tersebut. (Sona)