Monday, August 5, 2019, August 05, 2019 WIB
Last Updated 2019-08-06T06:35:56Z

DANRAMIL 0816/13 WONOAYU YANG DI WAKILI BATUUD KOMSOS MENGHADIRI SOSIALISASI STBM



Sidoarjo, Nuswantoro Pos - Danramil 0816/13 Wonoayu yang di wakili Bati Komsos Pelda H M Sugiyo dan Babinsa Lambangan Sertu Subadri pada hari Senin tanggal 5 Agustus 2019  pukul 10.30 wib menghadiri undangan sosialisasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ( STBM ) yang dilaksanakan di balai desa Lambangan.


Dalam sosialisasi tersebut turut hadir pula kepala dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Danramil 0816/13 Wonoayu di wakili Pelda H M Sugiyo dan sertu Subadri, Kepala desa Lambangan bapak Mulyono SH dan masyarakat sekitar kurang lebih sebanyak 20 orang.


Kesehatan merupakan faktor yang sangat penting dalam penataan kehidupan bermasyarakat, oleh karena itu berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kesehatan, Salah satunya adalah sanitasi total yang merupakan upaya bersama seluruh warga masyarakat.


Demikian antara lain disampaikan oleh  Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Bapak Misad dan Bapak Iput usai acara Sosialisasi Sanitasi Berbasis Masyarakat (STBM) yang diselenggarakan di Desa Lambangan Kecamatan Wonoayu, Senin (05/08/2019).


Lebih jauh, ia menjelaskan, bahwa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ( STBM ) adalah pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan.


Ada lima pilar dalam program STBM yang di sosialisasikan yaitu


1. Tidak buang air besar (BAB) sembarangan.
2. Mencuci tangan pakai sabun.
3. Mengelola air minum dan makanan yang aman.
4. Mengelola sampah dengan benar.
5. Mengelola limbah cair rumah tangga dengan aman.


Target pencapaiannya adalah Open Defecation Free ( ODF ), yakni kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan.


Program sanitasi berbasis Masyarakat ini merupakan program Nasional yang ditargetkan untuk Milenium Development Goals (MDGs)  seluruh Indonesia sudah Stop Buang Air Besar Sembarangan” jelas Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo.


Kesehatan merupakan faktor yang sangat penting dalam penataan kehidupan bermasyarakat, oleh karena itu berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kesehatan, dimulai dengan usaha prepentif secara individu, kelompok dan menyeluruh. Salah satunya adalah sanitasi total yang merupakan upaya bersama seluruh warga masyarakat, dengan kader sebagai penggerak utama dan pertama.” Demikian antara lain disampaikan Danramil 0816/13 Wonoayu, Yang di wakili , Pelda Sugiyo dalam sambutannya pada acara Sosialisasi Sanitasi Berbasis Masyarakat (STBM) yang diselenggarakan oleh Puskesmas Wonoayu terhadap staf desa, kepala dusun dan seluruh kader posyandu dan masyarakat desa Lambangan.


Lebih lanjut Danramil 0816/13 di Wakili Pelda H M Sugiyo mengatakan bahwa kader merupakan bagian dari masyarakat, yang bekerja dari, oleh dan untuk masyarakat, maka semestinya kader posyandu harus tahu lebih dahulu tentang program kesehatan, termasuk STBM. Selain itu, kader harus menjadi contoh teladan bagi masyarakatnya dalam praktik penerapan kesehatan sehari-hari.


Tantangan pembangunan sanitasi di Indonesia adalah masalah sosial budaya danperilaku penduduk yang terbiasa buang air besar (BAB) di sembarang tempat, khususnya ke badan air yang juga digunakan untuk mencuci, mandi dan kebutuhan higienis lainnya.


Buruknya kondisi sanitasi merupakan salah satu penyebab kematian anak di bawah 3 tahun yaitu sebesar 19% atau sekitar 100.000 anak meninggal karena diare setiap tahunnya dan kerugian ekonomi diperkirakan sebesar 2,3% dari Produk Domestik Bruto (studi World Bank, 2007).


Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, penanganan masalah sanitasi merupakan kewenangan daerah, tetapi sampai saat ini belum memperlihatkan perkembangan yang memadai. Oleh sebab itu, pemerintah daerah perlu memperlihatkan dukungannya melalui kebijakan dan penganggarannya


Tantangan yang dihadapi Indonesia terkait dengan masalah air minum, higiene dan sanitasi masih sangat besar. Hasil studi Indonesia Sanitation Sector Development Program (ISSDP) tahun 2006, menunjukkan 47% masyarakat masih berperilaku buang air besar ke sungai, sawah, kolam, kebun dan wc dll. (kukuh pripon)