Nuswantoro Pos: PENANGKAPAN ANGGOTA BIN GADUNGAN OLEH SATINTEL GABUNGAN POLRES, KODIM 0816/SIDOARJO DAN POSDA SIDOARJO

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

PENANGKAPAN ANGGOTA BIN GADUNGAN OLEH SATINTEL GABUNGAN POLRES, KODIM 0816/SIDOARJO DAN POSDA SIDOARJO

Tuesday, July 23, 2019






Sidoarjo, Nuswantoro Pos - Pada tanggal 22 - 23 Juli 2019 bertempat di wilayah Kabupaten Sidoarjo telah diamankannya anggota BIN gadungan oleh Satintel Gabungan Polres, Kodim 0816/Sidoarjo dan Posda Sidoarjo. Adapun kronologi kejadian sebagai berikut :


a. Pada 21 Juli 2019 pukul 19.00 WIB diperoleh informasi dari Azis yang menyampaikan bahwa ada anggota BIN yang bisa membantu untuk merekrut menjadi anggota BIN dengan membayar sebesar Rp.85.000.000,- (Delapan Puluh Lima Juta Rupiah).


b. Pada 22 Juli 2019 pukul 10.00 WIB Danunit Inteldim 0816/Sda melaporkan kepada Dandim 0816/Sda terkait anggota BIN (diduga Gadungan) yang berada di Desa Tropodo Kec. Krian Kab. Sidoarjo, setelah melaporkan hal tersebut Dandim memerintahkan personel Unit Inteldim 0816/Sda untuk didalami dan kemudian diamankan apabila bukti sudah kuat serta mengadakan koordinasi dengan instansi terkait.



c. Pada pukul 13.00 WIB di Pujasera Desa Tropodo Kec. Krian Kab. Sidoarjo an. Sunarto ( diduga Anggota BIN Gadungan),  diamankan oleh personel Unit Intel Kodim 0816/Sda dan Personel Posda Sidoarjo, selanjutnya ybs dibawa menuju Mako Kodim 0816/Sda untuk pengembangan lebih lanjut.


d. Hasil pendalaman terhadap Sunarto, diperoleh keterangan :


1)  Bahwa dalam proses masuk menjadi anggota BIN peserta harus membayar sebesar Rp. 85.000.000,- (Delapan Puluh Lima Juta Rupiah). 


2) Bilamana tidak dapat membayar sekaligus maka dapat diangsur sampai lunas, selanjutnya bilamana pembayaran lunas peserta tinggal menunggu kaporlapnya yang akan dikirim oleh Drs. H. Imam Dofir, SE alias  Bambang Supeno (Ketua Divisi II BIN) kepada peserta.


3) Adapun barang bukti yang diberikan kepada peserta (diduga palsu), yaitu Keputusan KABIN tentang Pengangkatan Dewan Informasi Strategis Dan Kebijakan Badan Intelijen Negara :
a) ID card / Lencana BIN
b) Surat Perintah Tugas Khusus
c) 1 buah kartu ijin. pemegang senjata api
d) 1 buah KTA BIN palsu an. Sunarto.


4) Sdr. Sunarto sudah 4 kali bertemu dengan Drs. H. Imam Dofir, SE alias Bambang, sbb :


a) 2 kali di Hotel Melati di daerah Solo bersama Sdr. Hernowo (Warga Kediri pemilik CV. dalam bidang kontraktor)


b) 2 kali di warung kopi di tempat pemberhentian bus tepatnya Bera'an Bandarkedungmulyo Jombang.


c) Motivasi Sunarto bergabung sebagai anggota BIN, yaitu dapat gaji dobel (Gaji dari BIN dan dari perusahaan swasta) serta dijanjikan menjadi PNS.


d) Sunarto saat bergabung dengan kelompok Drs. H. Imam Dofir, SE alias Bambang, diminta dana sebesar Rp.50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah) dan dicicil selama beberapa kali dengan jumlah total kurang lebih Rp. 60.000.000,-


e) Dalam kesehariannya Sunarto bekerja sebagai mandor/pengawas di proyek milik Hernowo yang saat ini berada di Kediri, namun sebelumnya bekerja sebagai sopir agen Aqua yang beralamat di Desa Betro Kec. Sedati Kab. Sidoarjo.


f) Sunarto mengaku bahwa pada bulan September 2019 akan dijanjikan oleh Drs. H. Imam Dofir, SE Bambang untuk mengikuti pendidikan di Malang/Madiun.



g) Biodata singkat anggota BIN gadungan (korban) :
NIK           : 3515070501760006
Nama       : Sunarto
Ttl             : Bojonegoro, 05 Januari 1976
Jenis kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat     : RT 14 RW 04 Desa Sugihwaras Kec. Candi Kab. Sidoarjo Provinsi Jatim


e. Pukul 17.45 WIB dilaksanakan pengembangan terhadap Sunarto dengan nomor HP :  082333020755 / 085331066175 dan nomor WA : 085733180030  pelaku kepada Drs. H. Imam Dofir, SE alias Bambang nomor HP : 0818871060 yang saat ini berada di Solo. 


f. Pukul 20.00 WIB Sdr. Sunarto melaksanakan komunikasi dengan Drs. H. Imam Dofir, SE alias Bambang yang berada di Solo, dengan harapan agar meluncur ke Sidoarjo.


g. Pada 23 Juli 2019 pukul 00.10 WIB an. Drs. H. Imam Dofir, SE alias Bambang diamankan di area kedatangan terminal Bus Purbaya Bungurasih Sidoarjo setelah dilaksanakan pengintaian oleh personel Intel baik Satreskrim Polresta dan Kodim Sidoarjo, selanjutnya ybs di bawa menuju Satreskrim Polresta Sidoarjo.



h. Pukul 00.45 WIB an. Drs. H. Imam Dofir, SE alias Bambang tiba di Satreskrim Polresta Sidoarjo, selanjutnya dilaksanakan pemeriksaan oleh personel Unit Pidum Satreskrim Polresta Sidoarjo. Adapun barang bukti yang di amankan sebagai berikut :
1) 1 Pucuk pistol air soft gun jenis revolver
2) 1 buah KTP an. Drs. H. Imam Dofir, SE (asli)
3) 2 buah SIM (B1 & C) Palsu an. Drs. Bambang Supeno, SH.,M.Sc
4) 2 buah KTP palsu an. Drs. Bambang Supeno, SH.,M.Sc
5) 1 buah KTP an. Bambang Tri Handoko
6) 1 buah kartu ijin pemegang senjata api an. Drs. Bambang Supeno, SH.,M.Sc dengan pangkat Irjenpol NRP 60100658
7) 1 buah KTA BIN palsu an. Firman Ariyanto
8) 1 buah KTA BIN palsu an. Drs. Bambang S, SH.


i. Biodata singkat anggota BIN gadungan : 
1) Nama    : Drs. H. Imam Dofir, SE alias Drs. Bambang S, SH.
2) Ttl          : Nganjuk, 07 Oktober 1965
3) Jenis kelamin : laki-laki
4) Agama   : Islam
5) Pekerjaan : Wiraswasta (Pecatan anggota Polri, Pangkat terakhir Aiptu, Dinas terakhir di Polda Lampung / Staf Dinas Hukum).
6) Alamat    : Jl. Bhayangkara Desa Rajabasa Raya Kec. Rajabasa Kota Bandar Lampung Provinsi Lampung


j. Catatan :


1) Korban yang sudah mentransfer kepada Drs. H. Imam Dofir, SE alias Drs. Bambang Supeno, SH.,M.Sc sebanyak Rp. 25.000.000,- (Dua puluh lima juta rupiah) dan belum mendapatkan Identitas / Kartu anggota BIN palsu :
a) NIK    : 3514071512810002
b) Nama : Samsul Bahri
c) Ttl       : Pasuruan, 25 April 1983
d) Jenis kelamin : Laki-laki 
e) Pekerjaan  : Wiraswasta
f) Alamat   : RT 03 RW 04 Dusun / Desa Coban Blimbing Kec. Wonorejo Kab. Pasuruan Provinsi Jatim


2) Motivasi pelaku setelah dipecat dari kedinasan Kepolisian mengaku sebagai anggota BIN untuk mendapatkan uang dengan target mayoritas masyarakat yang mengharapkan pekerjaan layak sebagai PNS.


3) Pelaku mendapatkan logo dan tanda tangan pimpinan BIN dengan cara browsing di internet, sedangkan lencana BIN dibeli di komplek pertokoan Pasar Senen Jakarta dengan harga Rp. 300.000, (tiga ratus ribu rupiah). 


4) Saat ini pelaku an. Drs. H. Imam Dofir, SE alias Drs. Bambang Supeno, SH.,M.Sc menjalani pemeriksaan di Unit Pidum Satreskrim Polresta Sidoarjo guna pengembangan lebih lanjut dalam mengungkap motif serta jumlah masyarakat yang menjadi korban. (arik)
cetak agenda surabaya