Iklan

Saturday, July 27, 2019, July 27, 2019 WIB
Last Updated 2019-07-27T13:45:36Z

PENAMBANGAN GALIAN C DI DESA KEPOSONG KECAMATAN TAMANSARI KABUPATEN BOYOLALI "LEGAL"




Boyolali, Nuswantoro Pos - Pujono Warga Tegalsari Kaligedong ,kecamatan Ampel, Boyolali.Menuturkan kepada Media dilokasi galian c desa keposong bahwa penambangan yang luasnya 5 ha ini, sah dan sesuai dengan prosedur.Tanah seperti halnya , tanah milik Sarjito Kwarangan,Tari ,Wahyu,Tomo penduduk Kwarangan.Sripunto,Narjo Pilang Penduduk Randusari , Ahmat Taseh, Broto Marseh warga Puli Rejo,mereka semua itu warga desa Keposong Kecamatan Tawangsari.Telah melaksanakan perhanjian dengan pengusaha penambangan Galian C.Sesuai dengan Prosedur yang berlaku.Menurut Pujono pihak kami(pengusaha) tidak ada pemalsuan tanda tanda tangan.Karena kami dengan sadar melakukan kerja sama dengan penambang dan pemilik lahan ,dilaksanakan secara transparan dan kerja sama yang jelas.kewajiban -kewajiban penambang telah kami laksanakan sesuai dengan undang -undang prosedur yang berlaku.Tujuan Kami atas kerja sama dengan pemilik lahan untuk mengembangkan perekonomian warga.Sebagian contoh :1. Pemberian air bersih untuk warga telah kami laksanakan.2.pekerja adalah penduduk keposong 3.Diharapkan dengan dibukanya tambang ini mampu mengembangkan perekonomian dengan dibukanya warung warung makan dan minum.Untuk hal tersebut setelah menyelesaikan urusan urusan dengan warga telah melengkapi segala administrasi dan dukungan warga maka maka terbitlah ijin usah tambang galian c, ujar Pujono.



Terbitnya  izin  IUP  OP ( Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi )  Batuan  (SERTU)  dari Dinas pelayanan terpadu satu pintu prov Jawa Tengah. untuk a/n bapak Lukito di desa Keposong, kecamatan Tamasari kabupaten Boyolali. Ini terjadi pro kontra di tengah-tengah masyarakat. pasalnya rencana galian yang seluas 5haktar dengan jangka waktu 1,5 tahun ( satu setengah tahun ) ini  dari  izin  keluar tanggal  19  Mei  2019 hingga  saat  ini  belum bisa  dimulainya pekerjaan  tersebut. karena  di  halang-halangi  sekelompok  warga  yang mengatas  namakan  semua  warga  Keposong.









Saya  selaku  pemilik  izin tambang  galian  c  sangat  merasa  dirugikan  secara matereil dan non imetreil karena dengan tindakan sekelompok orang ini pekerjaan kami belum bisa dijalankan serta sempat ada orasi penolakan pada hari Kamis 25 Juli  kemarin  di kantor kecamatan Tamansari ujar Lukito selaku pemilik izin usaha pertambangan, saat dijumpai Team Media 26 Juli 2019,  ia menambahkan saya baca berita di salah satu media lokal atas keterangan dari salah satu penanggung jawab orasi, bahwa izin yang saya miliki dicurigai tidak beres dan dengan jelas-jelas saya dituduh melakukan pemalsuan tanda tangan warga, disitu nama baik saya juga sudah dicemarkan. Bila mereka yakin saya melakukan pemalsuan tanda tangan ya silahkan laporkan saya ke pihak berwajib jangan dengan cara teriak-teriak seperti itu dan pemilik tanah semua juga memperbolehkan tanahnya kami tambang, juga ada surat kuasa serta ganti rugi. dan kalau pemilik lahan tidak boleh lahannya ditambang tidak mungkin saya bisa turunkan karena persyaratan pengajuan izin itu kan harus ada surat kuasa dan butuh tanda tangan pemilik tanah aneh bila di isukan Pemilik lahan tidak memperbolehkan, dan Agung itu tidak ada kaitannya dengan lahan yang saya kerjakan aneh bila dia ikut campur pungkasnya.



Diwaktu yang sama Media menjumpai Pak Widodo alias entit selaku pemilik lahan/tanah yang akan dikerja oleh Lukito, Pria 48 tahun ini menceritakan bawha tidak ada pemilik tanah yang diajukan izin oleh pak Lukito ini menolak keberadaan tambang galian c di atas tanahnya, pasal dengan berjalannya pekerjaan ini sangat membantu meningkatkan perekonomian warga lokal, dari mulai berdagang makanan, kerja jadi tukang coker/potong pasir dan menjadi pengelola. Sebetulnya berjalannya pekerjaan ini kami yakin akan memajukan roda perekonomian di wilayah kami. Dan kemarin saya kagek ada orasi demo yang mengatas nama kan seluruh warga Keposong menolak perjalannya pekerjaan ini padahal tidak semua warga Desa Keposong yang menolak itu hanya segelintir orang dan juga pas orasi kemarin ada warga yang bukan warga Keposong juga ikut demo kan lucu apa mungkin karena mereka iri atau gimana saya kurang tau yang jelas kami berharap pekerjaan ini harus segera bisa dikerjakan paparnya.


Saat Team Media menghubungi pak Hasto Pranoto, S.H selaku Legal dari pekerjaan tersebut menyampaikan. Perusahaan tambang yang merasa aktivitasnya dihalang-halangi bisa sebetulnya melaporkan kepada penegak hukum.



Perbuatan menghalangi aktivitas perusahaan tambang yang memiliki izin usaha pertambangan (IUP) menurut Pasal 162 Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) bisa dipidana paling lama satu tahun kurungan atau denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).Hal itu sesuai Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang masih memberlakukan Pasal 162 juncto Pasal 136 Ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba). Tetapi akan kan kami harus bersitegang dengan oknum masyarakat itu kalau harapan kami ya pekerjaan bisa berjalan tanpa adanya gesekan antara masyarakat dan yang tidak mempunyai hak ya jangan jadi profokator untuk mendapatkan jatah tutupnya
(Mbah Memet)