Iklan

Thursday, July 18, 2019, July 18, 2019 WIB
Last Updated 2019-07-18T09:29:37Z

MENUMBUHKEMBANGKAN SIKAP TOLERANSI DI SEKOLAH





Surakarta, Nuswantoro Pos - Pada hari Kamis tanggal 18 Juli 2019 pukul 08.30 s.d. 11.45 wib bertempat di Lantai 4 gadung Kesbangpol Pemkot Surakarta Komplek Balaikota Surakarta, JL. Jendral Sudirman No. 2, Kampung Baru, Pasar Kliwon, Surakarta telah berlangsung Dialog Kerukunan Umat Beragama Kota Surakarta dengan tema " Menumbuhkembangkan Sikap Toleransi Di Sekolah"  yang dipimpin oleh DR. H.Achmad Purnomo, A.Pt (Wakil Walikota Surakarta) ± 100 Orang.


2. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain :
a. DR. H. Achmad Purnomo,A.Pt (Wakil Walikota Surakarta)
b. KH. Muh. Halim Naharussurur (Pengasuh Ponpes Takmirul Islam Bumi Laweyan Surakarta)
c. Indradi AP.SH.,MM (Ka Kesbangpol Pemkot Surakarta)
d. Arif Anshori, S.Pdi.,MPdi (Pemkot Surakarta)
e. Tri Prasetyo, SH.,MH (Ketua Panitia/Pemkot Surakarta)
f. Joko Riyanto (Pengurus Dewan Pendidikan Kota Surakarta)
g. Verisa Surjanah (Kemenag Surakarta)
h. Sumartono Hadinoto (PMS Surakarta)
i. H. Alqaf Hudaya (FKUB Surakarta)
j. Arif Nurhadi (DPUPR)
k. Perwakilan Guru SD, SMP, SMA dan MA se Surakarta.


3. Inti sambutan yang disampaikan oleh bapak DR. H. Achmad Purnomo, A.Pt (Wakil Walikota Surakarta) sebagai berikut :


a. Puji syukur senantiasa dipersembahkan kehadirat Tuhan YME, pada hari ini kita dapat melaksanakan kegiatan Dialog
kerukunan Umat Beragama dalam keadaan sehat wal'afiat. Terlebih dahulu, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh umat beragama di Kota Solo yang mampu menjaga keharmonisan kehidupan beragama di kota Surakarta sehingga kondusiftas Kota Solo terjaga.


b. Berkembangnya kehidupan keagamaan yang sehat, tidak lepas dari adanya kedewasaan masyarakat dalam memahami kemajemukan Kota Solo. Kadang kita sering terjebak dalam pandangan-pandangan sempit yang sering menimbulkan kesalahpahaman dan berlanjut dalam konflik yang berkepanjangan. 


c. Melalui budaya dialogis dan jaringan komunikasi antar umat beragama seperti ini, diharapkan masing-masing pihak saling mengerti dan memahami visi, misi, idealisasi dan dasar-dasar pemikiran diantara satu dengan yang lain, sehingga terhindar dari sikap eklusifisme, rasa superioritas diri dan sikap apriori terhadap agama yang lain.


d. Saluran-saluran komunikasi harus semakin dibuka secara intensif dan dibudayakan ditengah-tengah masyarakat, karena dengan komunikasilah berbagai bentuk permasalahan dapat dicarikan solusi terbaik sehingga terhindar dari konflik yang mungkin timbul.


e. Harapan Pemerintah Kota Surakarta, melalui dialog kerukunan umat beragama ini, kondusifitas Kota Solo semakin mantap, dan kerja sama yang dilaksanakan mampu mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan bersama. Selamat berdialog, semoga Tuhan Yang Kuasa senantiasa membimbing dan  melindungi kita semua. Sekian dan terima kasih.


4. Inti Materi yang disampaikan Narasumber adalah sebagai berikut :
a.  Sumartono Hadinoto (PMS Surakarta) :
1) Ucapan terima kasih atas undangan dari penyelenggara dan saya sangat bangga bisa bertemu bapak dan ibu guru agama perwakilan sekolah wilayah surakarta, iarena bapak ibu semua yang membentuk karakter dan moral anak-anak kita sehingga menjadi penerus kita nantinya.
2) Menyatukan keanekaragaman Suku, Ras, golongan, dan agama di negara Indonesia ini dari sabang sampai meraoke sangatlah tidak mudah tanpa adanya Bhineka Tunggal Ika.
3) Saat saya bertemu dengan pak Presiden Jokowi, beliau bercerita saat bertemu dengan Presiden Afganistan, presiden Afganistan bercerita bahwa 10 tahun yang lalu negara Afganistan merupakan Negara yang aman, damai dan kaya raya, namun sekarang untuk menyekolahkan anak saja sulit, Presiden Afganistan berpesan kepada Bapak Jokowi kalau Negara Indonesia tidak mau seperti Afganistan agar dijaga persatuan dan kesatuan dengan menjaga kerukunan dan toleransi beragama yang telah baik di Indonesia.
4) Perdamaian sangat penting untuk menjaga keamanan suatu negara, namun untuk menjaga dan membentuk perdamaian sangatlah tidak mudah perlu waktu yang lama dan upaya2 yang ada.
5) Baik jeleknya manusia bukan karena dari Suku, Ras, golongan atau agamanya melainkan dari diri kita sendiri untuk menjadi orang yang baik.
6) Saya pribadi maupun dalam berosganasi baik di PMI maupun di PMS, prinsip saya adalah membantu siapa saja tanpa meluhat suku, ras, golongan maupun Agama, siapapun masyarakat yang membutuhkan bantuanvaoan saya layani dengan baik dan sama demi untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Surakarta.
7) Marilah kita bersama sama membangun anak anak generasi muda kita menjadi anak yang bertoleransi antar sesama saling menghormati tanpa membedakan suku, ras, golingan dan agama demi tetap terjaga persatuan dan kesatuan negara Indonesia yang kita cintai ini.
8) Kita bisa menipu terhadap antar sesama manusia, berbohong terhadap siapa saja namun kita tidak bisa menipu dan berbohong terhadap diri kita sendiri.



b.  H. Alkaf Hudaya (FKUB Kota Surakarta) :
1) Menurut WJS. Poerwodarminto Toleransi adalah sikap menanggung berupa menghargai dan memperbolehkan suatu pendapat atau pandangan yang berbeda (Seseorang harus menghargai pendapat orang lain yeng berbeda dengannya)
2) menurut kamus bahasa Indonesia Toleransi adalah perilaku atau sikap toleran, batas ukur untuk penambahan atau pengurangan yang masih diperbolehkan penyimpangan yang masih bisa diterima dalam pengukuran kerja.
3) Contoh sikap toleransi secara umum :


   a. Menghargai pendapat orang lain yang berbeda dengan kita.
   b. saling tolong menolong antar sesama manusia tanpa membedakan suku, ras, agama atau golongan.
   c. Gotong royong bersama sama membangun fasilitas umum dsb.
1) Contok Toleransi dalam beragama :
   a.Tidak memaksakan orang lain untuk menganut agama tertentu
   b. Tidak mencela / menghina agama lain
   c. Tidak melarang atau mengganggu umat agama lain untuk beribadah sesuai agamanya.
2) Alternatif menumbuhkembangkan sikap Toleransi di Sekolah :
   a. Penguatan kuwalitas pembelajaran agama
   b. Penanaman sila pancasila secara benar dan konsekwuen.
   c. Menumbuhkan rasa nasionalisme
   d. Melakukan berbagai kegiatan di sekolah sebagai wahana para siswa untuk berinteraksi dalam rangka membentuk  karakter.


c. Drs. HM Joko Riyanto, SH, MM, MH (Ketua Dewan Pendidikan Kota Surakarta) :
1) Sikap Toleransi secara umum :
a. Menghargai pendapat mengenai pemikiran orang lain  yang berbeda dengan kita.
b. Saling tolong menolong antar sesama manusia tanpa memandang suku, ras, agama dan antar golongan.
2) Sikap Toleransi di Sekolah :
a. Menghargai kelas lain dengan tidak membuat keributan waktu jam pelajaran disaat kelas lain sedang ada KBM.
b. Menghargai petugas kebersaihan dengan tidak buang air sembarangan atau memnjaga kebersihan toilet.
c. Menghargai setiap elemen di sekolah dengan menaati tata tertib yang berlaku di sekolah.
d. Membantu temen2 yang sedang dalam kesulitan.
e. Menghormati keyakinan masing2 siswa.
3) Cara meningkatkan toleransi di sekolah :
a. Dengan diberikan materi pentingnya toleransi di sekolah
b. Membiasakan perilaku toleransi di sekolah
c. Mengingatkan sesama pelajar untuk saling toleransi di sekolah
d.  Kesadaran diri sendiri, bahwa bukan kita saja yang berhak menggunakan fasilitas sekolah, tapi seluruh warga sekolah.
3. Pentingnya penenaman sikap toleransi pada anak, kita hidup dalam negara yang penuh  keragaman budaya, bahasa, seni, suku, bangsa, agama maupun ras untuk hidup damai dan berdampingan dalam negara beragam, dibutuhkan toleransi antara sesama satu dengan yang lain.
a. Cara menumbuhkan sikap toleransi pada anak sejak dini, menurut kementrian pendidikan dan kebudayaan yaitu : mengajarkan, membiasakan diri dan mencontohkan.
b. Mencontohkan disini yaitu untuk :
1) Bersikap dan menghormati orang lain dengan tanpa memandang usia, agama, ras, dan budaya.
2) Tidak membicarakan keburukan orang lain.
3)  Mendengarkan orang lain ketika berbicara tanpa memotong pembicaraan
4) Berbicara dengan sopan dan santun seperti menggunakan kata : Permisi, Silahkan, Tolong dan atau maaf.
5) Tidak mengganggu orang lain yang sedang beribadah.
6) Tidak memaksakan kehendak pada orang lain
7) Menerima orang lain yang berbeda fisik, agama atau ras
Menghargai diri sendiri
9) Menghargai privasi orang lain.


Catatan :
. Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab.
. Untuk narasumber Ichwan Dardiri (DPKS) tidak hadir.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan aman. (mbah memed)