Iklan

Saturday, July 27, 2019, July 27, 2019 WIB
Last Updated 2019-07-28T06:30:44Z

LKS & BUKU PELAJARAN MASIH MENGGURITA DIPERJUAL - BELIKAN DI SEKOLAH




BENGKULU, Nuswantoro Pos - Aturan dalam Pasal 63 ayat (1) Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan bahwa penerbit dilarang menjual buku teks pendamping secara langsung ke satuan program pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.


Pungutan liar di sekolah dengan berbagai modus seperti buku paket, seragam dan penahanan ijazah masih marak terjadi. Padahal, dalam UU No 20/2003, pemerintah telah menjamin terselenggaranya pendidikan dasar tanpa dipungut biaya dan telah dianggarkan minimal 20% APBN serta APBD yang disalurkan melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS).


Hal serupa juga terjadi pada Sekolah Dasar Negeri 74 Kota Bengkulu di Jalan Adam Malik.  


Seperti yang di tuturkan Orang Tua Murid JA (39) “Memang ada pembelian buku pelajaran Dan LKS sebesar Rp. 356 rb. Kalau untuk pembelian LKS dengan pembelian satuan dan paketan itu lain harganya” katanya kepada awak media. Sabtu, (27/07/19)


Kebijakan Permendikbud tentang penganggaran 20% untuk alokasi buku pelajaran, seharusnya peserta didik bisa mendapatkannya dengan terjangkau atau bahkan gratis. Ia menyebutkan, dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), buku pelajaran bisa diperoleh dengan total Rp124.000, tapi prakteknya banyak yang menjual buku diatas HET. 


Tdk dibenarkan penjualan buku apapun di sekolah. Kalau memang ada kepala sekolah melakukan jual beli buku,saya beri peringatan tegas," Tutup Rosmayetti Kepala Dinas Pendidikan Kota Bengkulu Via Tlp. (Budi)