Tuesday, July 30, 2019, July 30, 2019 WIB
Last Updated 2019-07-30T21:26:20Z

KORAMIL 0816/15 SUKODONO DAN SAT POL PP KEC. SUKODONO MELAKSANAKAN PENERTIBAN BANGLI





 Sidoarjo, Nuswantoro Pos - Menghadapi bulan Agustus 2019 aparatur pemerintah kec. Sukodono Satpol PP beserta Koramil 0816/15 sebagai satuan terkecil dikewilahan melaksanakan Penertiban sejumlah bangunan liar (Bangli) yang berada di bantaran sungai  dusun Dungus desa Sukodono kec. Sukodono pada 30 Juli 2019 siang hari, sebagai wujud kepedulian Forkopimka setempat dalam menangani keluhan warga setempat yang notabine nenggangguh akan kebersihan, keindahan dan kenyamanan masyarakat setempat diantaranya petani dan para pengguna jalan, kegiatan tersebut tentunya bukan sekedar kegiatan dadakan tentunya, melainkan sudah ada surat peringatan, himbauan sampai penindakan dilapangan dilaksanakan pembongkaran paksa oleh petugas satpol PP, petugas pemerintah desa sampai dengan tingkat RT sudah diberitahu dan di koordinasikan. 


Kasi Satpol PP kec. Sukodono Tatang Tobul Ilmuji, S.Sos saat ditemui salah satu warga yang mengaku sebagai kerabat pemilik bangunan menjelaskan bahwa pembongkaran Bangli kali sudah ada tembusan surat ke yang bersangkutan tetapi sampai dengan hari peringatan dan himbauan kami tidak direspon dari pemilik bangunan sebagai tempat cucian motor, pedagang sepatu dan toko kayu bekas.


Kami para forkopimka juga sudah mengkoordinasikan termasuk didalamnya Koramil 0816/15 Sukodono yang selalu setia mendampingi  kami sepakat untuk mengadakan penertiban dalam menghadapi titik kerawanan diwilayah yang sangat merugikan bagi masyarakat banyak, sebagai aparatur kewilayahan kami juga ingin kondisi lingkungan bantaran sungai dan pinggir jalan protokol (Kabupaten) bisa aman, terlihat bersih dan indah dipandang serta tidak menggangguh masyarakat pengguna jalan raya.


Pada awalnya ada salah satu warga yang memprotes untuk tidak dipaksakan pembongkaran Bangli tersebut namun kejadian tersebut masih dikendalikan oleh Anggota Koramil yang sekaligus Babinsa desa tersebut Pelda Rofik mencoba memberikan pemahaman kepada warga yang protes itu supaya mengerti dan punya rasa tanggung jawab bersama juga dalam menciptakan kondisi lingkungan yang aman, bersih dan indah. Upayah tersebut dapat diterima dan dipahaminya sampai pembongkaran dilakukan oleh pemilik bangunan liar sendiri.


Sebagai aparatur di satuan teritorial tentunya harus bisa bersikap humanis serta butuh akan komukasi sosial yang harmonis yang tentunya akan membawah banyak keberhasilan dalam membantu taraf peningkatan pembangunan oleh pemerintah kabupaten diwilayah setempat.


Hormati dan hargai karya/kerja orang lain akan dapat memupuk satu kebersamaan dan keberhasilan dalam tugas diwilayah, tegas Babinsa kepada salah satu petugas pemdes. Red by Opick. (zeey)