Tuesday, July 30, 2019, July 30, 2019 WIB
Last Updated 2019-07-30T22:48:21Z

KEPALA SMKN 01 DINILAI BOHONG ATAS MPEMUNGUTAN SEWA KANTIN SEKOLAH



Kabupaten Pelalawan, Nuswantoro Pos - Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Riau melalui Kabid Pembinaan SMK, Aidil Adhar, menyangkal pernyataan kepala SMK Negeri 01 Pangkalan Kerinci Nurasia M.Pd. Tidak ada surat dari Dinas Pendidikan Propinsi Riau ke sekolah untuk mendata kantin-kantin sekolah untuk PAD.

Demikian ditegaskan oleh Aidil saat ditemui di ruan
gan kerjanya Senin (29/7/19) di Pekanbaru, untuk menyangkal pernyataan kepala SMK Negeri 01 Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan belum lama ini. 


Aidil mengatakan, pernah ada dibawa rapat oleh Dinas Pendidikan Propinsi Riau dengan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKAD) Propinsi Riau, dan DPRD Propinsi Riau, untuk memungut PAD dari kanti sekolah, namun tidak ada kelanjutannya sampai sekarang, sebut Aidil.


Jika pihak sekolah mengatakan ada surat dari Dinas Pendidikan Propinsi Riau untuk memungut PAD dari kantin sekolah, konfirmasikan langsung kepada pihak sekolah yang bersangkutan, sarannya. Berarti itu resmi, silakan tunjukan suratnya kepada rekan-rekan media, itu bukan dokumen yang dirahasiakan, ujarnya.


Memastikan adanya surat tersebut, coba ditanya kepada Sekretaris Dinas Pendidikan Propinsi Riau Ahyu Suhendra SE. Soalnya pengiriman surat menyurat ke semua sekolah adalah bagian Sekretariat yang lebih tahu, tukas Aidil menyarankan. 


Sedangkan Ahyu Suhendra tidak dapat ditemui karena sedang menghadiri rapat di kantor DPRD Propinsi Riau, sebut salah satu stafnya. Saat dihubungi via telefon, meskipun aktif namun Ahyu tidak mengangkat.


Beberapa hari lalu, kepala SMK Negeri 01 Pangkalan Kerinci Nurasia M.Pd kepada media ini membantah memungut sewa kantin sekolah saat dikonfirmasi awak media. "Tdak ada kantin bayar sewa setiap bulan. Tidak mau meminta sewa kantin tersebut karena tahu penghasilan kantin-kantin itu tidak seberapa, bantahnya. Selama ini kantin itu yang memberikan uang, untuk menolong membayarkan retribusi sampah sekolah. Itu bukan sewa melainkan hanya untuk menolong biaya kebersihan sekolah," ujar Nurasia.


Nurasia mengatakan bahwa "sebetulnya ada surat dari Dinas Pendidikan Propinsi Riau untuk mendata seluruh kantin yang ada di sekolah. Setiap kantin itu diharuskan bayar setiap bulan sebesar Rp 250  ribu, untuk disetorkan ke kas daerah menjadi PAD (pendapatan asli daerah)," ujarnya. 


Namun demikian, Nurasia mengaku belum melaporkan  hal itu ke Propinsi, dikarenakan penghasilan seluruh kantin itu setiap bulan tidak seberapa. Anehnya Nurasia tidak dapat menunjukkan surat tersebut saat ditanya awak media, dengan dalih tidak tahu dimana diletakkan suratnya.


Nurasia mengakui jika seluruh arus listrik di SMK Negeri 01 Pangkalan Kerinci termasuk semua kantin sekolah itu, di biayai dari dana BOSDA (Bantuan Operasional Sekolah Daerah).


Sedangkan perwakilan sebanyak 13 kantin di SMK Negeri 01 Pangkakan Kerinci, diantaranya Tuyan dan Sunarto, mengaku setiap kantin dipungut Rp 85 ribu setiap minggu. Pihak sekolah tidak pernah menjelaskan apa kegunaan pungutan sewa kantin tersebut, jelas Tuyan dan Sunarto.


Disaat hari Sabtu masih masuk sekolah, pihak SMK Negeri 01 Pangkalan Kerinci memungut setiap kantin sebesar Rp 100 ribu. Setelah sekolah full day atau masuk dari hari Senin sampai Jumat, dikurangi menjadi Rp 85 ribu setiap minggu, ungkap pengelola kantin tersebut.


Informasinya setoran sebanyak 13 kantin sebesar Rp 85 ribu setiap minggu, untuk memperkaya diri kepala SMK Negeri 01 Pangkalan Kerinci. Maka itu Nurasia terkesan berusaha untuk menutupi masalah sewa kantin tersebut. (Sona)