Saturday, June 1, 2019, June 01, 2019 WIB
Last Updated 2019-06-17T14:26:44Z
berita

DIALOG KEBANGSAAN & DEKLARASI GERAKAN PEMBUMIAN DI TUGU PROKLAMASI, DI MENTENG JAKARTA PUSAT


Jakarta, Nuswantoro Pos - Pada tanggal 01 Juni 2019 *Pukul 15.00 s.d 17.10 wib*, di Tugu Proklamasi, Menteng Jakarta Pusat telah berlangsung Dialog Kebangsaan & Deklarasi Gerakan Pembumian Pancasila Tema : Peringatan 74 tahun hari lahirnya Pancasila dan Bumikan Kembali Pancasila sebagai Idiologi Bangsa oleh Gerakan Pembumian Pancasila, Pimpinan Paulus jumlah lk 100 orang 


A. Nara Sumber :


1. Dr. Ngatawi Al-Zastrouw.  (Dosen Unisa Jakarta)

2. Dr. Antonius D.R. Manurung ,Msi (Dosen UMB)

3. Dr. Andy Talman Nitisastro (Sekertaris Dewan Pakar PA GMNI).


B. Pukul 15.00 WIB Kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya


C. Pukul 15.20 WIB, Paparan narasumber :


1. Dr.Ngatawi Al-Zastrouw :

- Dari pidato 1 Juni 1945 yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Lahirnya Pancasila,dalam pandangan Soekarno, Pancasila sebagai ideologi nasional memiliki karakter khusus dan utama. Pancasila adalah cara pandang dan metode berpikir bagi seluruh bangsa Indonesia untuk mencapai cita-cita hidupnya yaitu meujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Pancasila sebagai ideologi kebangsaan karena Pancasila mampu memberikan pedoman dan pegangan hidup bagi setiap warga bangsa dalam mencapai persatuan dan kesatuan melalui pertalian bathin di antara mereka. Manusia Indonesia menganut berbagai agama dan kebebasan beragama.Kedua, Nasionalisme lndonesia bukanlah chauvinism (paham sempit).

- Internasionalisme menghendaki setiap bangsa mempunyai kedudukan yang sederajat dan saling menghargai akaneksistensinya masing-masing. Keempat, nilai-nilai demokrasi dalam bumi Indonesia -yang telah ada sejak dahulu kala dalam bentuk mufakat, perwakilan, dan musyawarah.Kelima, menghendaki keadilan dan kemakmuran sosial karena dalam masyarakat yang makmurlah dapat berlangsung keadilan sosial itu. 

- Dalam sidang BPUPKI 1 Juni l945itu, Bung Karnotelah menyebutkan apa yang menjadi “grondslag” (Dasar Negara) Indonesia merdeka yaitu Pancasila. Selain itu, secara legal formal Pancasila sebagai dasar negara telahdipertegaskembali di dalam Pembukaan UUD 1945, juga di dalam ketetapan No.XXl/MPRS/ 1966 (Jo Ketetapan MPR No.V/MPR/l973 dan Ketetapan No.]X/MPR/ 1978). Pancasila adalah sebagai sumber dari segala sumber hukum atau sumber tertib hukum Indonesia, yang pada hakikatnya adalah merupakan suatu pandangan hidup, kesadaran dan cita-cita hukum serta cita-cita moral yang meliputi suasana kebatinan serta watak dari bangsa Indonesia. Selanjutnya, dikatakan bahwa cita-cita tersebut adalah meliputi cita-cita mengenai kemerdekaan individu.Kemerdekaan bangsa, perikemanusiaan, keadilan sosial, perdamaian nasional dan mondial, cita-cita politik mengenai sifat, bentuk dan tujuan negara.Cita-cita moral mengenai kehidupan kemasyarakatan dan keagamaan sebagai pengejawantahan dari budi nurani manusia.


2. Dr.Antonius D.R. Manurung, M.Si (Ketua Umum) :

- Inpres No. 12 tanggal 13 April 1968 yang menegaskan bahwa pengucapan, penulisan dan rumusan Pancasila Dasar Negara RI yang sah dan benar adalah sebagaimana yang tercantum dalam Pembukaan UUD 19453ebagaiazas kerokhanian dalam suatu pokok pikiran meliputi suasana kebatinan UUD 1945, mewujudkan cita-cita hukum bagi hukum dasar negara (baik hukum dasar tertulis maupun tidak tertulis). 



- maka Pancasila selain sebagai Dasar Negara Republik Indonesia, Pancasila mempunyai kedudukan sebagai ideologi bangsa yang mencerminkan identitas bangsa Indonesia karena pada dasamya Pancasila merupakan penjelmaan nilai-nilai bangsa dan dasar negara. Secara umum, hakikat Pancasila adalah pedoman pelaksanaan dan penyelenggaraan Negara. Secara khusus, hakikat Pancasila adalah sebagai realisasi pengamalan nilai-nilai Pancasila, yang merupakan cita-cita bangsa Indonesia untuk hidup damai, tentrem dan sejahtera.Karena itu, Pancasila dapat dikembalikan pada dua kedudukan dan fungsi pokok yaitu sebagai dasar Negara dan sebagai ideologi dan pandangan hidup bangsa.Karena itu, segala agenda pembangunan nasionaldalam berbagai bidang harus berdasarkan pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.Artinya, proses pembangunan bangsadan parktik hidup masyarakat tidak boleh menyimpang dari nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan serta keadilan sosial.



- kemerdekaan Indonesia berusia 74 tahun, dimana arus kapitalisme global tak terhindarkan, bangsa dan negara kita kian dihadapkan pada berbagai tentangan berat untuk kembali membumikan danmenegakkan nilai-nilai Pancasila dalam praktik berbangsa dan bernegara. Sehingga ancaman terhadap Pancasila sebagai ideologi nasional merupakan ancaman terbesar yang dihadapi bangsa dan negara Indonesia saat ini.Pertama, Ideologi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara hanya dianggap sebagai barang antik dan pajangan oleh warga bangsa karena mereka mengalami mispersepsi ideologi.lni mengakibatkan penyelewengan terhadap nilai-nilai Pancasila, termasuk berkembangnya sikap dan prilaku intoleransiantar sesama warga bangsa dewasa iniyang semakin tidak terkendali.Kedua, Pancasila telah dijadikan instrumen politik secara sempit dalam merebut dan praktik kekuasaan oleh kelompok pragmatis. Fragmentasi politik di luar frame ideologi bangsa seperti ini telah membawa akibat yakni terjadinyaproses pengeroposan atau tergerusnya nilai-nilai ideologi Pancasila itu di ruang publik.Keliga, Pancasila kian ditafsir secarasempitdan sengaja terutama oleh kekuatan politik identitas primordialis,kekuatan politik neoliberalis, dan kekutan politiktrans-nasional, dimana kelompok-kelompok inididuga sebagai kelompokyang menebar nilai-nilai ekstremisme, radikalisme bahkan terorisme dalam kehidupan masyarakat. masalah lain yang mengancam ideologi nasional adalah faktor mental koruptif penyelenggara negara dan sipil, serta arus penyalahgunaan narkobayang berperoses secara massif, sistemik dan berkelanjutan pada semua lini sosial, dari hulu hingga hilir. Masalah tersebut sedang dan akan menghancurkan eksistensi danmasa depanbangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


3. Dr. Andy Talman :

- Hari ini melalui acara peringatan Hari Lahir Pancasila ke 74 ini Gerakan Pembumian Pancasila (GPP) menggelar dialog kebangsaan bertemakan “Bumikan Kembali Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa”,seiring dengan maksud dan tujuan utama organisasi ini, sebagai berikut: merevitalisasi secara obyektif dan berintegritas kedudukan Pancasila sebagai ideologi nasional sesuai isi pidato The Founding Father (Bung Kamo) 01 Juni 1945, Pembukaan UUD 1945 dan amanat proklamasi 17 Agustus 1945. melakukan reaktualisasi pemahaman secara komprehensif dan holistik setiap warga bangsa tentang nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman hidup dan keperibadian bangsa melalui metode sosialisasi dan diskusi, melalui suatu kerja sama baik secara personal maupun kelompok atau institusional. mendorong semua pihak baik swasta maupun pemerintah untuk melakukan akselerasimenuju tercapainya masyarakat gotomg royong sebagai model permanen tatanan sosial lndonesia menuju bangsa yang berkeadilan, berkemanusiaan dan berketuhanan melalui berbagai pendekatan dan program kerja. 


D. Pukul 17.10 WIB kegiatan selesai, situasi aman dan kondusif. (mbah memed)