Sunday, June 2, 2019, June 02, 2019 WIB
Last Updated 2019-06-17T14:28:47Z
beritapolri

AKSI SOLIDARITAS DAN DOA UMMAT ISLAM SOLO UNTUK TOKOH - TOKOH NASIONAL YANG DITAHAN OLEH APARAT


Surakarta, Nuswantoro Pos - Pada tanggal 02 Juni 2019 pukul 16.30 s.d 18.00  bertempat di Depan Mapolresta Surakarta Jl. Adi Sucipto No.2 Kel.Manahan Kec.Banjarsari Kota Surakarta telah berlangsung Aksi Solidaritas Dan Doa Ummat Islam Solo Untuk Tokoh - tokoh Nasional Yang Ditahan, yang diselenggarakan oleh Dewan Syariah kota Surakarta (DSKS). Sebagai kordinator lapangan Ustadz Edi Lukito., SH (Ketua I DPP LUIS/Laskar Umat Islam Surakarta) diikuti sekitar 100 orang. 


Adapun tokoh yang hadir dalam aksi tersebut :

a. Ustadz Edi Lukito., SH (Ketua I DPP LUIS/Laskar Umat Islam Surakarta)

b. Dr. Muhammad Taufiq, SH, MH (Ketua TARC/Tim Advokasi Reaksi Cepat Soloraya-Ketua SMART Padi/Alumni Sebelas Maret Pendukung Prabowo Sandi-Ketua Ikadin/Ikatan Advokat Indonesia Surakarta-Pakar Hukum Pidana Universitas Juanda Bogor)

c. Endro Sudarsono, S.Pd (Divisi Advokasi dan Kelaskaran DSKS-Humas DPP LUIS-Divisi Advokasi JAS Jateng-Sekretaris ISAC/The Islamic Study and Action Center)

d. Ahmad Sigit alias Sigit Basuki, ST alias Sigit Gulo (Anggota TARC-Divisi Advokasi dan Kelaskaran DSKS-JAS Mudiriyah Surakarta-KONAS)

e. Dimas Arisandi (Staff Humas DSKS)

f. Moen Slamet (FIIS/Forum Islam Istiqomah Surakarta) 

g. Endro (Sekretaris DSKS)

h. Sobarin Syakur ( Sekjen MMI)

i. KH. Muh Ali Naharussurur alias Abah Ali (Pengasuh Ponpes Ta'mirul Islam/ Pimpinan SAR Juba Rescue/Penasehat Partai Gerindra Kota Surakarta)

j. Bangun Mulya Wijaya (KMM/Komunitas Masjidku Makmur-ANNAS/Aliansi Nasional Anti Syiah Solorya-KONAS/Komunitas Nahimunkar Surakarta)

Adapun spanduk  dan poster yang dibawa dalam aksi tersebut bertuliskan 

a.  Spanduk :

1) BEBASKAN ..! KIVLAN ZEN 

b. Poster yang bergambar Tokoh tokoh Nasional Yang Ditahan. 


b. Poster :

1) Bebaskan Mayjend (Purn) Soenarko

2) Bebaskan Mayjend (Purn) Kivlan Zen

3) Bebaskan Mustofa Nahrawardaya

4)Bebaskan Lieus Sungkharisma


Orasi yang disampaikan oleh :

a. Ahmad Sigit alias Sigit Basuki, ST alias Sigit Gulo (Anggota TARC-Divisi Advokasi dan Kelaskaran DSKS-JAS Mudiriyah Surakarta-KONAS) sebagai berikut :

Hari ini tepat nanti malam hari ke 29 di bulan Ramadhan, sekarang ini sedikit sedikit dipasalkan Makar jangan sampai pasal Makar ini dipakai sebagai alat kekuasaan. Pasal Makar jangan dipakai semena menarik kepada lawan politiknya. Kita tuntutan Bapak Kapolri untuk mundur atas meninggalnya rakyat anak bangsa pada kejadian 21 - 22 Mei 2019. Kapolri harus bertanggung jawab. Kapolri tidak bisa mengamankan, kenapa timbul peluru tajam dan ada korban yang tertembak, ini sesuatu yang sangat brutal. Alhamdulillah di kota Solo kita masih bisa menyuarakan suara dalam aksi kita. 


b. Sobarin Syakur ( Sekjen MMI) sebagai berikut :

Rakyat bangsa Indonesia dalam Orde Rezim Jokowi sekarang ini telah tercoreng, yang mana oleh aparat keamanan yang seharusnya melindungi rakyat malah melakukan tindakan yang tidak pantas. Meskipun ada dari beberapa pendemo dari mereka yang berlaku kasar dan tidak sepantasnya aparat melakukan tindakan yang tidak sesuai prosedur. Semoga apa yang kita lakukan ini mendapatkan pemimpin baru. Kita ingat apa yang disampaikan oleh Bapak Gatot Nurmantyo pada saat memperingati hari pahlawan di Surabaya, bahwa beliau menyampaikan negara kita berdiri atas jerih payah dari para ulama. Oleh karena itu TNI dan Polri harus netral dan membela rakyat nya bukan malah menyakiti rakyatnya.


Kita minta dengan hormat kepada Ir. Joko Widodo kalau tidak bisa mengatur Kapolri, Menteri dan pejabat tinggi negara harus mundur. Jokowi sudah lama terindikasi menggunakan faham Nasakom oleh itu kita harus melawan upaya penyusupan di negara kita. 

c. Dr. Muhammad Taufiq, SH, MH (Ketua TARC/Tim Advokasi Reaksi Cepat Soloraya-Ketua SMART Padi/Alumni Sebelas Maret Pendukung Prabowo Sandi-Ketua Ikadin/Ikatan Advokat Indonesia Surakarta-Pakar Hukum Pidana Universitas Juanda Bogor) sebagai berikut :


Kita lihat pasal Makar sangat mudah diberlakukan, Pak Kivlan Zen beliau adalah pahlawan negosiasi saat ini ditahan. Kita memiliki 9 Presiden, saya ingin luruskan dari jaman nya Bung Karno bahwa Makar adalah dia yang menyebabkan Presiden dan Wakil Presiden tidak bisa menjalankan tugasnya dan ingin memisahkan diri. Kita lihat para tokoh tokoh kita yang ditangkap tidak ada unsur Makar. Sekarang kalau orang mau bicara people power saja sudah ditangkap, berarti orang menangkap tersebut arogan dan buta hukum. Lama lama orang bicara ganti Presiden saja nanti ditangkap. Karena itu saya berharap mulai hari ini kita bahu membahu dengan TNI. 


Kaitan dengan Makar yang membuat rusuh harus ditangkap. Sekarang orang yang mengkritik Jokowi ditangkap. Kita tidak boleh narasi kita turun. Saya pesan mari kita sama-sama tanggal 24 - 26  Juni bersedia datang ke Jakarta, dan kita siap siap akan digledah. Dibulan suci ini, kami harap Orang tua kita supaya dibebaskan. Sejarah membuktikan Sri Bintang Pamungkas pernah ditahan namun tidak terbukti. 


d. Ustadz Edi Lukito., SH (Ketua I DPP LUIS/Laskar Umat Islam Surakarta) sebagai berikut :

Kita lahir disini dan kita akan mati disini, arti Makar merongrong bangsa ini, namun kenapa orang orang yang hebat malah dituduh makar dan ditahan. PKI gaya baru saat ini sudah masuk ke tatanan negara kita. Kalau dulu PKI membunuh pakai golok tapi sekarang cuma dengan setetes racun semua mati melebihi korban tsunami. Pemimpin harus tegas bukan lemah lembut. Kita contoh Umar Bin Khotib yang keras jiwanya tapi lunak hatinya.


e. KH. Muh Ali Naharussurur alias Abah Ali (Pengasuh Ponpes Ta'mirul Islam/ Pimpinan SAR Juba Rescue/Penasehat Partai Gerindra Kota Surakarta) sebagai berikut :


Saya mengingatkan kepada semua nya yang benar pasti akan menang dan yang salah pasti salah dan yang salah akan dihancurkan oleh Alloh SWT dan mudah mudahan kita dimulikan. Saat ini kita tangan tangan kita dimunculkan oleh kebaikan. Sekali lagi mari kita persiapan diri kita untuk menghancurkan yang curang. Kita doakan mudah mudahan semua aparatur negara khususnya TNI yang selalu bersama rakyat, selalu diberikan kemakmuran dan semua aparat kepolisian dapat dibuka kan hati nya dan diberikan hidayah oleh Alloh SWT. Namun apabila mereka masih ditutup hati nya, maka mudah mudahan mereka akan dibinasakan oleh Alloh SWT, jangan karena perintah atasan kita melaksanakan tugas tanpa memperhatikan larangan Alloh. 


Adapun Pernyataan Sikap Dewan Syariah Kota Surakarta tentang

Penahanan Mantan Pangkostrad, Mantan Danjen Kopassus dan

Tokoh Nasional yang dibacakan oleh Ustadz Edi Lukito., SH (Ketua I DPP LUIS/Laskar Umat Islam Surakarta) sebagai berikut :


Bismillaahirrahmaanirrahiim

Bahwa proses suksesi kepemimpinan Nasional melalui pemilu yang jujur dan adil menjadi salah satu syarat mewujudkan pemimpin yang amanah, berdaulat dan menjunjung tinggi Hak

Asasi Manusia (HAM).


Bahwa di bulan April-Mei 2019 ada peristiwa penting di Indonesia :

1. Paska Pemilu 17 April 2019 tercatat 600 an orang meninggal dunia dari KPPS, Bawaslu dan Polri. Penyebab kematian masih misteri.

2. Tragedi Kemanusiaan di Jakarta tanggal 21-22 Mei 2019, Indonesia berduka karena tercatat 8 orang meninggal dunia, 905 orang luka-luka serta terdapat kekerasan terhadap

anak, jurnalis dan tim medis. 


Ibarat Luka belum terobati kini ada pengkapan dan penahanan yang kontroversi terhadap Kivlan Zen ( Mantan Pangkostrad), Soenarko (Mantan Danjen Kopassus), Mustofa Nahra Wardaya (Muhammadiyah), Eggi Sudjana (Advokat), Lieus Sungkharisma (tokoh masyarakat),

Rafdinal dan Zulkarnain (GNPF Sumut).


Untuk itu kami dari Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) meminta kepada Presiden Jokowi:

1. Segera membebaskan Mayjen (purn) Kivlan Zen mantan Pangkostrad, Mayjen (purn) Soenarko Mantan Danjen Kopassus, Mustofa Nahra Wardaya, Lieus Sungkharisma, Eggi

Sudjana, Rafdinal dan Zulkarnain.


2. Kritikan dan masukan dari warga masyarakat terhadap pemerintah atau lembaga apapun semestinya diperhatikan karena semata demi kebaikan dan perbaikan sistem ataupun sumber daya manusia. 


3. Meminta Kapolri tidak menerapkan pasal Makar, kecuali terhadap pemberontak dan separatis.


Surakarta, 28 Ramadhan 1440 H

2019 M

2 Juni 2019 M

Atas nama Elemen Muslim Solo Raya

Dewan Syari'ah Kota Surakarta. 


Catatan:

- Selama kegiatan berlangsung tertib lancar dan aman. (mbah memed)